Repelita Bandung - Aksi demonstrasi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang digelar mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Bandung berakhir ricuh pada Jumat (1/5/2026) malam setelah sekelompok orang tak dikenal yang mengenakan pakaian serba hitam muncul dan melakukan perusakan secara membabi buta.
Aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat tersebut semula berlangsung dalam situasi aman dan kondusif sejak pagi hingga sore hari, dengan para mahasiswa menyuarakan tuntutan secara tertib.
ADVERTISEMENT
Namun, menjelang sore hari, sekelompok orang dengan atribut serba hitam -yang diduga kuat bukan bagian dari mahasiswa- tiba-tiba muncul dan langsung bertindak anarkis.
Mereka dengan sengaja merusak fasilitas umum, memblokade jalan, membakar pos polisi di Simpang Tamansari Dago, serta membakar water barrier di tengah jalan.
Kericuhan pun pecah di dua titik lokasi sekaligus, yakni di kawasan Simpang Tamansari Dago dan Jalan Cikapayang, Kota Bandung.
Kelompok berbaju hitam yang tidak jelas asal-usulnya itu sama sekali tidak pernah menyampaikan aspirasi atau tuntutan seperti yang dilakukan mahasiswa sejak pagi.
Mereka hanya merusak, membakar, dan memprovokasi tanpa tujuan yang jelas, membuat situasi yang semula damai berubah menjadi kacau balau.
Petugas kepolisian yang berjaga di lokasi terus berupaya melakukan pengamanan dan membubarkan kelompok anarkis tersebut.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki identitas dan afiliasi dari kelompok berbaju hitam yang memicu kericuhan di hari buruh ini.
Belum ada laporan resmi mengenai jumlah penangkapan maupun korban luka akibat ulah kelompok tak bertanggung jawab tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok