Berita, Internasional

Kuba Tantang Trump, Díaz-Canel Tegaskan Nasib Negara Bukan Urusan Gedung Putih

Repelita.id

11 April 2026 20:18 WIB

Kuba Tantang Trump, Díaz-Canel Tegaskan Nasib Negara Bukan Urusan Gedung Putih
Foto: Istimewa

Repelita Havana - Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menegaskan masa depan negaranya tidak akan ditentukan oleh Gedung Putih, di tengah meningkatnya tekanan politik dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dalam wawancara yang ditayangkan NBC News pada 9 April 2026, Díaz-Canel secara terbuka menolak dorongan dari Washington yang menginginkan perubahan kepemimpinan di Kuba.

ADVERTISEMENT

Ia menyatakan jabatan pemimpin di Kuba lahir dari keputusan rakyat negaranya sendiri, bukan dari campur tangan pemerintah asing.

Menurut Díaz-Canel, arah politik dan sistem pemerintahan Kuba juga tidak dapat diubah melalui tekanan dari luar negeri.

Pernyataan keras itu muncul ketika pemerintahan Trump kembali mengambil sikap tegas terhadap Havana dan mendorong perubahan di negara tersebut.

Retorika dari Washington turut disertai kritik terhadap kondisi ekonomi serta tata kelola pemerintahan Kuba dalam beberapa waktu terakhir.

Di saat bersamaan, Kuba masih menghadapi tekanan ekonomi serius berupa krisis energi, pemadaman listrik, dan keterbatasan bahan bakar di sejumlah wilayah.

Sejumlah laporan menilai kebijakan pembatasan dari Amerika Serikat ikut memperberat situasi yang sedang dihadapi negeri Karibia tersebut.

Meski begitu, Díaz-Canel mengatakan pemerintah Kuba tetap membuka ruang komunikasi dengan Amerika Serikat.

Namun ia menegaskan dialog hanya bisa berlangsung bila tidak menyentuh kedaulatan nasional maupun memaksakan perubahan sistem politik Kuba.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa nasib Kuba tetap berada di tangan rakyatnya sendiri, bukan ditentukan Gedung Putih.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung