Repelita Washington DC - Lagi-lagi unggahan Donald Trump berhasil membuat geger dunia maya setelah gambar dirinya yang menyerupai Yesus Kristus di platform Truth Social menjadi viral dan menuai kecaman luas meskipun telah dihapus.
Trump mengakui bahwa dirinya memang mengunggah gambar kontroversial tersebut pada Minggu, 12 April 2026 malam, namun membantah keras bahwa gambar itu dimaksudkan untuk menggambarkan dirinya sebagai sosok religius.
ADVERTISEMENT
"Saya memang mengunggahnya dan saya pikir itu saya sebagai dokter terkait palang merah yang kami dukung," kata Trump seperti dilansir CNBC pada Selasa, 14 April 2026.
Ia juga menyebut tudingan bahwa dirinya memposisikan diri sebagai Yesus adalah berita palsu, karena gambar yang dihasilkan kecerdasan buatan itu semestinya menggambarkan dirinya sebagai seorang dokter yang sedang menyembuhkan orang sakit.
"Seharusnya itu saya sebagai seorang dokter yang menyembuhkan orang, jauh lebih baik," ujarnya membela diri atas unggahan yang dibuat tak lama setelah ia melontarkan kritik terhadap Paus Leo XIV.
Dalam gambar tersebut, Trump terlihat mengenakan jubah putih dan meletakkan tangannya yang bercahaya pada seorang pria yang terbaring sakit, dengan latar belakang bendera Amerika, elang botak, serta pesawat militer.
Kritik keras datang dari komentator Kristen konservatif Megan Basham yang menyebut unggahan itu sebagai penistaan yang sangat keterlaluan dan mendesak Trump segera meminta maaf.
Mantan anggota Kongres dari Partai Republik, Marjorie Taylor Greene, juga mengecam tindakan tersebut karena dinilai tidak pantas dan bertepatan dengan perayaan Paskah Ortodoks.
Namun Wakil Presiden JD Vance justru membela Trump dengan menyebut unggahan tersebut sebagai lelucon yang tidak dipahami banyak orang karena presiden suka mencampuradukkan berbagai hal di media sosial.
Kontroversi ini menambah daftar polemik Trump setelah sebelumnya pada Mei 2025 ia juga pernah menuai kecaman karena mengunggah gambar dirinya sebagai Paus usai wafatnya Paus Fransiskus.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok