Berita, Timur Tengah

Langgar blokade, AS sanksi kapal China yang lewati Selat Hormuz

Repelita.id

14 April 2026 23:03 WIB

Langgar blokade, AS sanksi kapal China yang lewati Selat Hormuz
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap kapal tanker China bernama Rich Starry yang tetap melintasi Selat Hormuz pada Selasa, 14 April 2026, di tengah pemberlakuan blokade yang dimulai sehari sebelumnya oleh militer AS.

Kapal tersebut menjadi kapal dagang pertama yang melanggar aturan blokade AS di Selat Hormuz, dan dikabarkan dimiliki oleh perusahaan pelayaran yang berbasis di Shanghai, Shanghai Xuanrun Shipping Co Ltd .

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data dari situs pemantau pelayaran MarineTraffic dan Kpler, kapal Rich Starry membawa muatan 250.000 barel metanol yang diambil dari Pelabuhan Hamriyah, Uni Emirat Arab (UEA) .

Seluruh awak yang ada di kapal tersebut merupakan warga negara China, sementara kapal yang sebelumnya bernama Full Star ini telah dikenai sanksi oleh AS pada tahun 2023 karena membantu Iran menghindari pembatasan energi .

Selain kapal Rich Starry, AS juga memberikan sanksi terhadap kapal Murlikishan yang tidak diketahui secara pasti asal usulnya, dengan data menunjukkan kapal tersebut dalam kondisi tidak bermuatan .

Kapal Murlikishan yang sebelumnya dikenal sebagai MKA dan pernah mengangkut minyak dari Rusia dan Iran ini dikabarkan akan menuju ke Irak pada 16 April 2026 untuk mengambil pasokan minyak .

AS sendiri mulai memblokade Selat Hormuz pada Senin, 13 April 2026 sebagai langkah menekan Iran agar menyetujui kesepakatan perdamaian, setelah negosiasi di Islamabad, Pakistan pada pekan lalu gagal total .

Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat akan memulai proses memblokade semua kapal yang mencoba memasuki atau meninggalkan Selat Hormuz .

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan bahwa blokade hanya dilakukan di semua pelabuhan milik Iran, dan pasukan CENTCOM tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju dan dari pelabuhan non-Iran .

Perbedaan pernyataan antara Trump dan CENTCOM ini menurut para pengamat menimbulkan kebingungan dan berpotensi membuat praktik di lapangan tidak sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh Presiden AS tersebut .(*)

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung