Berita, Internasional

Lelucon "Janda" Jimmy Kimmel ke Melania Bikin Trump Meradang

Repelita.id

29 April 2026 18:44 WIB

Lelucon "Janda" Jimmy Kimmel ke Melania Bikin Trump Meradang
Foto: Istimewa

Repelita Los Angeles - Dunia hiburan Amerika Serikat tengah diguncang kontroversi besar setelah komedian sekaligus pemandu acara Jimmy Kimmel melontarkan candaan satire bernada tajam tentang Ibu Negara Melania Trump, yang kemudian berkembang menjadi polemik nasional hingga melibatkan keluarga presiden dan regulator penyiaran.

Polemik yang awalnya disampaikan dalam format satire khas late-night show pada Kamis, 23 April 2026 itu tidak lagi dipandang sekadar perseteruan antara figur publik dan komedian, melainkan memunculkan kembali perdebatan lama mengenai batas humor politik, etika penyiaran, serta kebebasan berpendapat di Amerika.

ADVERTISEMENT

Dalam segmen monolog alternatif bernuansa roast comedy yang dibawakannya di acara Jimmy Kimmel Live, sang komedian menyebut Melania Trump memiliki "a glow like an expectant widow" atau aura seperti seorang janda yang sedang menanti, sebuah candaan yang paling menuai sorotan tajam dari kubu Gedung Putih.

Situasi berubah drastis setelah acara White House Correspondents' Dinner diwarnai insiden penembakan, dan meskipun tidak ada korban jiwa, kedekatan waktu antara candaan Kimmel dengan peristiwa traumatis itu memicu reaksi keras yang menganggap candaan tersebut tidak pantas dan tidak peka terhadap konteks.

Melania Trump secara terbuka mengecam komentar Kimmel melalui unggahan di akun resmi media sosialnya, dengan menilai bahwa candaan tersebut bukan lagi bagian dari komedi melainkan contoh bentuk pernyataan yang merusak dan memperdalam penyakit politik di Amerika.

"Monolognya tentang keluarga saya bukanlah komedi. Kata-katanya merusak dan memperdalam penyakit politik di Amerika," tulis Melania yang juga mendesak stasiun televisi ABC untuk mengambil tindakan tegas terhadap sang komedian.

Presiden Donald Trump kemudian ikut angkat suara melalui platform Truth Social dengan mengecam keras candaan Kimmel dan menuntut ABC agar segera mencopotnya sebagai pembawa acara, seraya menyebut rating program tersebut terus menurun secara signifikan.

Di tengah gelombang kritik yang membadai, Jimmy Kimmel akhirnya memberikan klarifikasi dengan menegaskan bahwa candaannya adalah bentuk roasting comedy ringan yang merujuk pada perbedaan usia antara Trump dan Melania, sama sekali bukan ancaman atau ajakan melakukan tindak kekerasan.

"Saya turut berbelasungkawa kepada Anda, Melania, presiden, dan semua orang di ruangan itu. Hanya karena tidak ada yang terbunuh bukan berarti itu tidak traumatis dan menakutkan," ujar Kimmel yang tetap mempertahankan posisinya bahwa satire politik dilindungi oleh Konstitusi Amerika Serikat.

Stasiun televisi ABC bersama induk perusahaannya, The Walt Disney Company, belum mengambil langkah pemecatan terhadap Kimmel dan masih memberikan dukungan terhadap program tersebut meskipun tekanan politik terus meningkat dari berbagai pihak.

Federal Communications Commission bahkan mulai meninjau lisensi siaran stasiun-stasiun ABC, sebuah langkah yang membuat kontroversi ini melampaui ranah hiburan dan berkembang menjadi isu tentang relasi politik, media, serta kebebasan pers di Negeri Paman Sam.

Kasus Jimmy Kimmel menunjukkan bahwa humor politik selalu berada di wilayah abu-abu karena di satu sisi komedian memiliki ruang untuk mengkritik penguasa melalui satire, namun di sisi lain publik menuntut tanggung jawab moral ketika humor menyentuh isu kekerasan dan keselamatan publik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung