Berita, Peristiwa

Letusan Gunung Api dan Sains di Balik Kehancuran Kota Sodom Akibat Perbuatan Kaum Homo

Repelita.id

06 September 2026 22:59 WIB

Letusan Gunung Api dan Sains di Balik Kehancuran Kota Sodom Akibat Perbuatan Kaum Homo
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Narasi sejarah dan tinjauan ilmiah mengenai kehancuran Kota Sodom yang diabadikan dalam kitab suci kembali menarik perhatian luas di tengah masyarakat.

Peristiwa kebinasaan kaum Nabi Luth AS tersebut tercatat dalam literatur keagamaan sebagai salah satu peringatan paling keras akibat kemaksiatan yang melampaui batas.

ADVERTISEMENT

Dalam tradisi keimanan, penduduk kota tersebut diazab lantaran menolak ajaran tauhid serta terang-terangan melakukan perbuatan keji menyimpang yang tidak pernah dilakukan umat terdahulu.

Nabi Luth AS diutus ke wilayah Sodom serta kota-kota sekitarnya untuk meluruskan perilaku menyimpang tersebut, namun seruannya justru mendapat penolakan keras.

Bahkan, penduduk setempat sempat mengancam sang nabi beserta pengikutnya lantaran dianggap mengganggu kebebasan perilaku amoral yang mereka praktikkan sehari-hari.

Puncak kebinasaan itu ditandai dengan datangnya hukuman berat pada waktu subuh tatkala seluruh peringatan diabaikan sepenuhnya oleh masyarakat setempat.

Menurut keterangan ayat suci Al-Qur'an, kawasan permukiman tersebut dijungkirbalikkan dari atas ke bawah serta dihujani batuan tanah yang dibakar secara bertubi-tubi.

Hanya Nabi Luth bersama sebagian anggota keluarga yang meyakini ajaran tauhid saja yang berhasil menyelamatkan diri dari amukan bencana mahadahsyat tersebut.

Sementara itu, istri sang nabi turut binasa lantaran enggan beriman serta sempat menoleh ke belakang menyaksikan kehancuran negerinya saat azab mulai diturunkan.

Sejumlah mufasir serta peneliti modern turut mengkaji peristiwa tersebut melalui pendekatan analogi fenomena alam purba yang pernah melanda kawasan Lembah Jordan.

Wilayah sekitar Laut Mati yang diyakini sebagai lokasi situs kuno tersebut memang berada di atas jalur patahan lempeng bumi aktif yang rawan aktivitas vulkanik serta tektonik.

Sejumlah kajian arkeologi dan geologi menduga kehancuran kota tersebut dipicu oleh gempa bumi hebat yang memicu ledakan gas, aspal, serta jatuhan material pijar dari perut bumi.

Kendati penjelasan ilmiah mencoba mengurai mekanisme bencana alam tersebut, esensi utama dari kisah ini tetap menjadi pelajaran moral universal bagi seluruh umat manusia.

Peringatan tersebut menegaskan bahwa segala bentuk kebejatan moral yang dilakukan secara terang-terangan pada akhirnya akan memicu kehancuran total suatu peradaban.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung