Berita, Nasional

Libatkan Mantan Pejabat Berkasus di Acara Adat, Lukas Luwarso Soroti Peran Sentral Jokowi sebagai Impresario

Repelita.id

30 June 2026 22:26 WIB

Libatkan Mantan Pejabat Berkasus di Acara Adat, Lukas Luwarso Soroti Peran Sentral Jokowi sebagai Impresario
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Prosesi penganugerahan gelar adat kepada mantan Presiden Joko Widodo di Lampung kini menuai kecaman publik, terutama terkait latar belakang para tokoh daerah yang mendampinginya.

Daftar nama yang terlibat dalam kepanitiaan ritual tersebut memicu polemik lantaran melibatkan figur publik yang memiliki rekam jejak hukum kontroversial di masa lalu.

ADVERTISEMENT

Deretan nama tersebut mencakup mantan pejabat daerah yang pernah berurusan dengan aparat penegak hukum terkait dugaan tindak pidana korupsi hingga masalah lahan.

Nama yang mencuat antara lain mantan Bupati Way Kanan, Bustami Zainudin, yang tengah diselidiki Kejaksaan Tinggi Lampung terkait kasus mafia tanah dan alih fungsi hutan.

Terdapat pula mantan Bupati Lampung Tengah, Andi Achmad Sampurna Jaya, yang merupakan terpidana kasus korupsi APBD dengan vonis penjara dua belas tahun.

Selain itu, mantan Bupati Tulang Bawang, Abdurahman Sarbini atau Mance, turut hadir, sosok yang pernah terseret skandal penyalahgunaan anggaran proyek pengadaan kapal cepat.

Pengamat politik, Lukas Luwarso, dalam diskusi kanal YouTube Forum Keadilan TV berjudul JOKOWI KETUA PANITIA PEMBERIAN GELAR BAGINDA DI LAMPUNG, menilai keterlibatan mereka sangat janggal.

Ia menegaskan bahwa Joko Widodo berperan aktif sebagai motor penggerak dan perancang utama dalam acara tersebut.

Panitianya adalah Jokowi kan ee ketua panitianya dan dia yang impresario Kalau kalau dalam ee acara sendiri itu dia impresario yang menyediakan dana sekaligus mengatur detail-detail-nya termasuk detail-detail yang menodai tata adat itu yaitu menginjak ee kepala kerbau, ungkap Lukas.

Lukas juga menyoroti keterlibatan para mantan kepala daerah yang memiliki beban masa lalu tersebut sebagai hal yang mencoreng kesucian nilai-nilai adat setempat.

Bukan Cuma Soal Injak Kepala Kerbau, ia menilai fenomena ini mencerminkan perubahan drastis dalam karakter kepemimpinan mantan presiden tersebut.

Saya rasa ya dia itu ee gini tipikal orang-orang yang ketika punya kekuasaan bukannya menjadi baik tapi menjadi buruk ya Dia insting-insting kemanusiaannya yang jahat malah muncul, pungkasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung