Berita, Nasional

Lim Tean: Iran Kuasai Dua Selat Vital, Kapal Induk AS Tak Berdaya ?

Repelita.id

18 April 2026 22:34 WIB

Lim Tean: Iran Kuasai Dua Selat Vital, Kapal Induk AS Tak Berdaya ?
Foto: Istimewa

Repelita Singapura - Pengacara dan analis politik Singapura, Lim Tean, menyatakan bahwa Iran saat ini mengendalikan dua selat vital dunia, yaitu Selat Hormuz dan melalui proksi Houthi di Yaman, Selat Bab Al-Mandeb di Laut Merah.

Jika kedua selat ini ditutup, aliran minyak dari Teluk Persia akan berhenti total, dan konsekuensinya akan sangat dahsyat bagi perekonomian global, sesederhana itu, tegas Lim Tean dalam analisisnya yang dipublikasikan pada Sabtu, 18 April 2026.

ADVERTISEMENT

Ia menilai militer Amerika Serikat terbukti tidak berdaya dalam konflik ini, karena kapal induk George HW Bush bahkan tidak berani memasuki medan perang melalui Terusan Suez dan Laut Merah akibat ancaman Houthi.

Kapal induk tersebut harus menempuh jalan memutar yang panjang di sekitar Tanjung Harapan untuk sampai ke Teluk Oman, sekali lagi menunjukkan ketidakberdayaan kapal induk dalam peperangan modern, ujar Lim Tean.

Ia mengutip buku brilian karya Robert Kaplan, The Revenge of Geography, yang menyatakan bahwa geografi lebih dari faktor lain mana pun menentukan nasib suatu bangsa dan potensi kebesarannya.

Amerika telah kalah dalam perang ini dan kehilangan Selat Hormuz, dan sejarah akan mencatat bahwa pada tahun 2026 Amerika kehilangan sebuah selat dan kekaisarannya, demikian ramalan Lim Tean yang dinilainya kini terbukti tepat.

Sementara itu, Ketua Delegasi Perundingan Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dalam unggahan di akun X pada Jumat, 17 April 2026, menyatakan bahwa Presiden AS dalam satu jam mengemukakan tujuh klaim yang semuanya adalah kebohongan.

Dengan kebohongan-kebohongan ini, mereka tidak akan menang dalam perang dan pasti juga tidak akan mencapai apa-apa dalam negosiasi, tulis Ghalibaf.

Dengan berlanjutnya pengepungan atau blokade AS, Selat Hormuz tidak akan terbuka, dan lalu lintas di selat tersebut akan dilakukan berdasarkan rute yang ditentukan serta dengan izin Iran, tegas Ghalibaf.

Status terbuka atau tertutupnya Selat Hormuz dan peraturan yang berlaku atasnya ditentukan oleh medan atau realita di lapangan, bukan oleh media sosial, pungkas Ghalibaf dalam pernyataannya yang viral tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok





TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung