Berita, Nasional

LPS Sebut Banyak Gen Z Rentan Terjerat Judi Online Akibat Mengalihkan Dana Investasi ke Taruhan Olahraga

Repelita.id

07 October 2026 18:53 WIB

LPS Sebut Banyak Gen Z Rentan Terjerat Judi Online Akibat Mengalihkan Dana Investasi ke Taruhan Olahraga
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Fenomena kerentanan alokasi keuangan di kalangan masyarakat kelahiran tahun 1997 hingga 2012 belakangan ini memicu kekhawatiran serius dari otoritas perbankan nasional.

Kondisi tersebut disinyalir terjadi lantaran masih minimnya pemahaman mendasar mengenai tata kelola portofolio investasi yang aman dari jerat taruhan ilegal.

ADVERTISEMENT

Pernyataan bersikap mengenai data kerentanan finansial kelompok muda ini disampaikan dalam sebuah seminar edukasi di Universitas Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Direktur Group Tata Kelola, Risiko & Kepatuhan II LPS Nicolas Silalahi membeberkan temuan mencengangkan mengenai perilaku pengelolaan modal dari sebagian besar generasi muda saat ini.

Pihaknya menjelaskan adanya kecenderungan fatal di mana instrumen spekulasi tebakan skor olahraga dianggap sebagai bagian dari rencana pemenuhan aset masa depan.

Narasumber menegaskan, "Dari data kami, jadi memang Gen Z ini paling rentan, bahkan 52 persen pernah mengalihkan dana investasinya ke sport betting. Jaman saya dulu judi bola, 26 persen menganggap sports betting sebagai strategi keuangan jangka panjang," kepada peserta seminar.

Menurut analisisnya, situasi ini membuktikan bahwa pembatas antara aktivitas spekulasi terlarang dan penempatan modal resmi kian mengabur di mata masyarakat.

Pihak otoritas menekankan pentingnya mengenali legalitas serta analisis fundamental sebelum memutuskan untuk menempatkan dana simpanan pada instrumen tertentu.

Ia menambahkan, "Temuan ini menunjukan batas yang kabur antara judi dan investasi. Perbedaannya jelas, judi dilarang, investasi itu ada analisa, ada legal, produknya ada," dengan tegas.

Guna menjaga perputaran arus kas tetap sehat, perencana keuangan mandiri menyarankan pembagian porsi pendapatan secara disiplin dengan batas maksimal beban utang sebesar 30 persen.

Langkah mitigasi risiko berlapis seperti kepemilikan jaminan perlindungan kesehatan sosial juga dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keuangan jangka panjang.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung