Berita, Nasional

Lukas Luwarso Sebut Tudingan Penumpang Gelap Jokowi Menyerang Prabowo dan Isyaratkan Keretakan Perkongsian Politik

Repelita.id

20 October 2026 22:19 WIB

Lukas Luwarso Sebut Tudingan Penumpang Gelap Jokowi Menyerang Prabowo dan Isyaratkan Keretakan Perkongsian Politik
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Dinamika politik tanah air kian memanas pasca munculnya pernyataan mengejutkan mengenai adanya pergerakan terselubung di lingkaran kekuasaan.

ADVERTISEMENT

Hal ini memicu gelombang analisis dari berbagai kalangan mengenai keretakan hubungan para elite politik nasional.

Polemik mengenai keabsahan dokumen akademis mantan kepala negara dan sang putra wakil presiden dituding sengaja digulirkan oleh pihak tertentu.

Berdasarkan tayangan podcast di kanal YouTube forumkeadilanTV, isu sensitif ini sengaja dipelihara untuk mendegradasi reputasi politik dinasti Solo.

Pernyataan yang memicu perdebatan publik tersebut dibahas secara mendalam oleh jurnalis senior Darmawan Sepriyossa bersama narasumber tepercaya.

Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen sekaligus anggota Tim Bongkar Ijazah Jokowi, Lukas Luwarso, memberikan pandangan kritisnya secara gamblang.

Ia menilai tuduhan mengenai pergerakan politik rahasia ini merupakan cerminan dari strategi politik masa lalu yang kini berbalik arah.

Menurut analisisnya, sasaran utama dari sindiran keras mengenai adanya pihak yang menunggangi polemik ini merujuk pada sang kepala negara saat ini.

Lukas Luwarso menjelaskan bahwa ketegangan hubungan perkongsian ini kian meruncing seiring terjadinya pergeseran sejumlah posisi strategis di kabinet pemerintahan.

Lukas Luwarso memberikan pernyataan resmi secara utuh tanpa perubahan, "prabowo itu memang satu-satunya orang yang cepat atau lambat akan menggerus Jokowi dia ini sedang kena karma ini dan ini baru mulai ini karma ini akan semakin keras untuk menggilas dia dan dinastinya lepasnya perkongsian politik ini tidak akan berjalan dengan damai ibarat perceraian ini akan sangat keras nanti pak Jokowi terang-terangan mengatakan bahwa ada gerakan politik dan bahkan mengatakan ada penumpang gelap di kasus ijazah baik dirinya maupun ee ijazah liberal tuduhan itu ke Prabowo kalau di persentase itu serangan ke Prabowo 60% he ke SBY 30% ke Megawati 10% ketika Jokowi lagi getol balapan motor di Mandalika sirkuit balapan motor kan dia bawa motor itu kemudian di depan wartawan dia tunjukkan ini SIM ini KTP ini STNK kalau ijazah itu ada kan dia harus begitu saja nah itu tidak dilakukan oleh Jokowi dalam konteks ijazahnya juga Gibran dalam urusan ijazahnya juga nah itu menandakan Bapak anak yang genetik memang penuh kepalsuan jokowi sedang mencoba merepresentasikan dirinya yang dulu suka melakukan operasi politik selama 10 tahun berkuasa ini sekarang dipakai untuk menuduh orang lain lawan-lawan politiknya dia akan nekat sampai titik liur yang terakhir".

Lebih lanjut, ia menjabarkan persentase arah tudingan miring tersebut yang dinilai mendominasi ke arah sang presiden.

Sementara porsi minoritas lainnya dianggap menyasar jajaran mantan presiden terdahulu serta ketua umum partai politik besar.

Menurutnya, pembiaran terhadap isu sensitif ini menimbulkan anggapan adanya kelalaian institusional dalam menyelesaikan polemik secara tuntas dan independen.

Masyarakat sipil kini didorong untuk terus bersuara demi menegakkan keterbukaan informasi publik dan menuntut transparansi administratif kenegaraan.

Hukum besi politik dinilai akan terus berjalan apabila benturan kepentingan di antara para pemegang kekuasaan tidak menemukan titik temu konseptual (*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung