Repelita [Jakarta] - Pendiri Mecca Al Arabiya Course (MAAC), Muhammad Zulfikar Danopa, kini tengah terseret dalam dugaan kasus penipuan yang merugikan para jemaah dengan nilai mencapai miliaran rupiah.
Alumni Universitas Islam Madinah tersebut dituding melancarkan modus penipuan berkedok program pendidikan bahasa Arab yang berada di bawah naungan PT Meka Karya Indonesia.
ADVERTISEMENT
Melalui akun Instagram @maacourse.official, pelaku menawarkan paket intensif pembelajaran di Universitas Islam Madinah dan Universitas Ummul Qura yang digabungkan dengan kegiatan ibadah umrah.
Namun, janji tersebut tidak pernah terealisasi karena visa keberangkatan tidak kunjung terbit dan tiket perjalanan pun tidak pernah diberikan kepada peserta.
Dana yang telah disetorkan oleh para jemaah justru ditahan oleh pihak penyelenggara tanpa adanya kejelasan mengenai proses pengembalian uang.
Sedikitnya terdapat 21 korban dari berbagai daerah seperti Jakarta, Malang, Surabaya, Padang, hingga Aceh yang telah mengonsolidasikan bukti kerugian mereka.
Total kerugian finansial yang dialami oleh para korban tersebut kini menyentuh angka setidaknya Rp1,6 miliar.
Kuasa hukum korban dari DNV Lawfirm, Dimas Yemahura Alfaruq, mengungkapkan bahwa pihak terlapor sempat mengabaikan somasi terbuka yang telah dilayangkan.
"Sebelum gerakan massal bergulir, sebenarnya telah ada Laporan Polisi resmi yang terdaftar dengan nomor LP/B/2520/XII/2025/SPKT/POLRES BOGOR/POLDA JAWA BARAT pada tanggal 21 Desember 2025 yang dilayangkan oleh 4 orang korban awal," ungkap Dimas, Senin (8/6/2026).
Mengingat laporan awal di tingkat kepolisian resor dinilai mandek, tim hukum kini sedang merampungkan berkas kumulatif untuk melapor langsung ke Bareskrim Mabes Polri.
Selain menuntut tindakan hukum tegas berupa penahanan, pihak korban juga mendesak agar pelaku dicekal dari segala akses pengurusan visa ke Arab Saudi.
"Kami meminta entitas MAAC, Muhammad Zulfikar Danopa, beserta seluruh anggota keluarganya di-blacklist dari segala akses pengurusan visa institusional maupun visa pendidikan ke Arab Saudi, guna memutus mata rantai penipuan berkedok agama ini," pungkas Dimas. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok