Berita, Internasional

Macron Sambut Gembira Prabowo Buka Pasar Susu dan Daging Sapi Prancis, Hubungan Dagang RI–Prancis Makin Kokoh dan Strategis

Repelita.id

01 June 2026 19:26 WIB

Macron Sambut Gembira Prabowo Buka Pasar Susu dan Daging Sapi Prancis, Hubungan Dagang RI–Prancis Makin Kokoh dan Strategis
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kemitraan strategis antara Indonesia dan Prancis terus menunjukkan tren yang sangat positif.

Setelah memperkokoh fondasi kerja sama pada sektor pertahanan, energi, serta investasi, kedua negara kini merambah kolaborasi di bidang ketahanan pangan.

ADVERTISEMENT

Pemerintah Indonesia secara resmi membuka pintu bagi produk susu dan daging sapi asal Negeri Menara Eiffel tersebut.

Langkah ini memperoleh apresiasi langsung dari Presiden Prancis Emmanuel Macron kala menerima kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Istana Élysée, Paris.

Macron memandang kebijakan pembukaan pasar peternakan Prancis ini sebagai indikator kuat semakin eratnya jalinan ekonomi di antara kedua bangsa.

"Betapa senangnya kami atas dibukanya pasar Indonesia bagi sektor susu dan daging sapi kami," ujar Macron dalam konferensi pers bersama Presiden Prabowo Subianto di Paris.

Menurut pandangan Macron, penetapan kebijakan tersebut tidak sekadar mendatangkan keuntungan ekonomi bagi kedua negara.

Langkah ini juga diproyeksikan memberikan dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan yang tengah diprioritaskan oleh pemerintahan Presiden Prabowo.

Ia menambahkan bahwa kerja sama sektor pangan mampu meningkatkan ketersediaan bahan berkualitas tinggi sekaligus menyokong berbagai inisiatif sosial di Indonesia.

Di tengah meningkatnya kehangatan diplomatik, data perdagangan mencatat adanya peningkatan signifikan pada aktivitas impor Indonesia dari Prancis.

Berdasarkan catatan Kementerian Perdagangan, impor Indonesia dari Prancis menunjukkan pertumbuhan rata-rata sebesar 6,24 persen setiap tahunnya dalam periode 2021 hingga 2025.

Total nilai impor tercatat sebesar US$1,27 miliar pada 2021, lalu bergerak naik menjadi US$1,33 miliar pada 2022, dan mencapai US$1,67 miliar pada 2023.

Walaupun sempat terkoreksi ke angka US$1,47 miliar pada 2024, nilai impor kembali menunjukkan pemulihan dengan menyentuh angka US$1,63 miliar di sepanjang 2025.

Perkembangan yang lebih mencolok terjadi pada kuartal pertama 2026, di mana total impor Indonesia dari Prancis mencapai US$835 juta.

Angka tersebut mencatatkan lonjakan drastis sebesar 138,81 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu US$349,6 juta.

Peningkatan volume transaksi ini mencerminkan dinamika hubungan perdagangan yang semakin aktif pasca berbagai kesepakatan strategis yang telah disepakati.

Pola perdagangan menunjukkan bahwa impor Indonesia dari Prancis didominasi oleh barang-barang manufaktur yang memiliki teknologi canggih.

Sektor transportasi udara atau kapal terbang beserta komponen pendukungnya menempati posisi puncak dengan nilai transaksi mencapai US$269,7 juta pada 2025.

Realisasi tersebut melonjak tajam hingga 227,28 persen bila dibandingkan dengan angka pada tahun sebelumnya.

Posisi berikutnya diisi oleh kategori mesin serta pesawat mekanik dengan nilai US$256 juta, disusul produk wewangian, kosmetik, dan minyak atsiri senilai US$156,3 juta.

Selain itu, Indonesia mengimpor mesin serta peralatan kelistrikan sebesar US$146,2 juta dan berbagai produk farmasi dengan nilai US$115,3 juta.

Kelompok komoditas pangan, termasuk susu, madu alam, telur, mentega, dan produk hewani lainnya, mencatatkan impor senilai US$81,4 juta pada 2025.

Perolehan ini mengalami peningkatan 18,56 persen jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya yang berada di level US$68,7 juta.

Kenaikan tersebut menjadi cerminan tingginya animo pasar domestik terhadap komoditas pangan premium yang dihasilkan Prancis.

Perluasan akses pasar susu dan daging sapi diprediksi bakal mengerek nilai perdagangan sektor pangan secara substansial dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan.

Sinergi di bidang pangan ini diyakini mampu membuka ruang peluang baru dalam memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Selain menambah variasi produk bagi masyarakat, kerja sama ini berpotensi membawa transfer teknologi dan peningkatan standar kualitas industri peternakan lokal.

Kedekatan personal antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron menjadi modalitas penting dalam mengakselerasi kerja sama strategis antarnegara.

Dengan tren perdagangan yang terus menanjak dan sektor kolaborasi yang kian meluas, hubungan Indonesia dan Prancis dipastikan semakin kokoh ke depan.

Hal ini mencakup aspek ekonomi, pembangunan ketahanan pangan, sektor industri, hingga komitmen investasi jangka panjang bagi kedua belah pihak. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung