Repelita Jakarta - Gelombang unjuk rasa mahasiswa berskala besar dilaporkan kembali membanjiri kawasan ibu kota untuk menyuarakan kritik terhadap kinerja dua tahun berjalannya kepemimpinan nasional.
ADVERTISEMENT
Penyampaian aspirasi publik yang diikuti oleh gabungan elemen pemuda tersebut disiarkan secara utuh melalui rekaman audiovisual pada kanal YouTube iNews.
Barisan demonstran menggelar aksi orasi terbuka di pelataran monumen bersejarah sebagai representasi dari evaluasi menyeluruh terhadap jalannya roda pemerintahan saat ini.
"hari ini tepat 2 tahun rezim Prabowo Gibran kami berdiri di Tugu Proklamasi ingin menyampaikan berbagai bentuk evaluasi berbagai bentuk teguran berbagai bentuk saran agar rezim ini paham dan mendengarkan apa sejatinya yang kita inginkan," ujar salah seorang orator mahasiswa di atas mimbar aksi.
Mahasiswa menilai sejumlah janji kampanye yang pernah diikrarkan saat pelantikan pada dua puluh Oktober dua ribu dua puluh empat silam belum terealisasi secara konkret.
Sektor kedaulatan pangan, penyediaan lapangan kerja, hingga penuntasan kasus pelanggaran hak asasi manusia dituding masih jauh dari harapan masyarakat luas.
"janji-janji itu dikatakan sebagai mestinya kami berani mengatakan gagal total maka wahai penguasa dengarlah maklumat nasional dari kami para pemuda," tegas perwakilan pemuda tersebut dalam rangkaian orasinya.
Isu penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan juga menjadi sorotan tajam karena dinilai berdampak buruk pada kesehatan warga setempat.
Seorang perwakilan mahasiswa asal Kalimantan mengonfirmasi bahwa pekatnya kabut asap telah mengganggu stabilitas aktivitas sosial harian serta proses pendidikan selama berbulan-bulan.
"untuk kabut asap di sana sangat terasa dan sudah berjalan sangat lama yaitu sudah berjalan selama 4 bulan dan bagaimana pada akhirnya aktivitas sangat terganggu bagaimana dari aktivitas pendidikan perekonomian dan lain-lain," ungkap aktivis kampus tersebut saat diwawancarai media.
Pihak massa menuntut ketegasan dari otoritas pusat untuk segera menetapkan status darurat nasional serta menyeret korporasi perusak lingkungan ke ranah hukum.
Selain masalah ekologi, barisan pemuda juga menyoroti tingginya angka ketimpangan sosial akibat tata kelola kebijakan ekonomi yang dianggap hanya menguntungkan kelompok oligarki.
Rencana aksi lanjutan berskala nasional dilaporkan tengah dikonsolidasikan oleh Forum Komite Sadar demi menyatukan suara dari berbagai elemen masyarakat sipil.
"Forum Komite Sadar akan melaksanakan aksi nasional di Jakarta pada tanggal 28 Oktober mengajak seluruh teman-teman mengajak seluruh kaum yang tertindas kaum yang lapar buruh tani mahasiswa dan seluruh organ masyarakat sipil bergabung kepada aksi kami," pungkas koordinator lapangan menerangkan agenda ke depan.
Aksi damai yang diikuti ratusan partisipan tanpa atribut almamater tersebut ditutup secara tertib sebelum batas waktu yang ditentukan oleh aparat keamanan setempat selesai.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok