Repelita [Jakarta] - Aksi pelestarian mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat memadati Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan ini terinspirasi dengan unjuk rasa teatrikal di mana seorang peserta membaringkan diri di aspal dalam kondisi tangan keterikatan dan mata tertutup kain.
ADVERTISEMENT
Simbolisasi tersebut mewakili perlawanan terhadap dugaan represi aparat keamanan yang dialami oleh para aktivis serta kalangan pelajar.
Demonstrasi bertajuk Mosi Tidak Percaya ini melibatkan berbagai kolaborasi organisasi kemahasiswaan seperti BEM UNJ, BEM Universitas Trilogi, BEM Institut STIAMI, dan BEM Universitas Paramadina.
Di tengah gema orasi, orator aksi berteriak dengan lantang, “Hanya ada satu kata, lawan,” untuk membakar semangat para peserta yang hadir.
Sebanyak 150 mahasiswa yang hadir membentangkan spanduk bernada keras bertuliskan “Tumbangkan Rezim Kapitalis Prabowo-Gibran” di lokasi aksi.
Berbagai poster dengan pesan tajam mengenai kritik ekonomi dan politik juga terlihat memikat barisan pelajar di sepanjang jalan tersebut.
Beberapa peserta memilih mengenakan atribut tradisional seperti kebaya dan sarung, yang mencerminkan perlawanan pesan serta solidaritas terhadap rakyat kecil.
Terdapat tiga agenda tuntutan utama yang diajukan oleh massa, yakni merombak tata negara, penyelamatan dunia pendidikan, serta pemulihan perlindungan masyarakat sipil.
“Tuntutan kami memang utopis sehingga aksi ini akan terus berjilid-jilid dan mendobrakan kabinet Prabowo-Gibran,” tegas Annur, Jenderal Lapangan MPR dari UNJ.
Massa yang sempat merencanakan pergerakan menuju kawasan Patung Kuda akhirnya tertahan akibat barikade kepolisian di dekat kawasan IRTI Monas.
“Sudah diukur bahwa di sana ada instansi militer. Radius dari instansi militer itu beberapa ratus meter. Titiknya ada di sini,” jelas perwakilan kepolisian, Sutarman.
Ahmad Faizi Zaki selaku Koordinator Lapangan BEM UNJ menyatakan bahwa unjuk rasa di ibu kota hanyalah langkah awal dari gerakan nasional.
“Aliansi masyarakat dan masyarakat sipil se-Jakarta ini nantinya akan meluas lagi ke seluruh Indonesia,” ujar Zaki menegaskan rencana konsolidasi lanjutan.
Sebelum membubarkan diri secara tertib, massa menutup kegiatan dengan pembacaan mosi tidak percaya yang diakhiri seruan: “Mosi tidak percaya! Rezim Prabowo-Gibran!”(*)
Editor: 91224 R-ID Elok