Repelita [Jakarta] - Rencana aksi unjuk rasa dari kalangan mahasiswa dipastikan akan memadati kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) dalam waktu dekat.
Keputusan ini diambil sebagai bentuk protes keras terhadap berbagai kebijakan ekonomi yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
ADVERTISEMENT
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Yatalathof Ma’shum Imawan, mengeluarkan kritik pedas terhadap kondisi terkini.
Ia menyebutkan bahwa roda perekonomian nasional saat ini ibarat bangunan indah di atas kertas, namun pondasinya rapuh dan tidak menyentuh realitas rakyat di lapangan.
“Kita mahasiswa sebagai salah satu bagian dari rakyat, kita menganggap kenyataan yang kita hadapi sekarang ini adalah ekonomi hanya tumbuh di atas kertas saja,” ujarnya dalam suatu kesempatan.
Ia menambahkan bahwa di meja makan rakyat, tidak ada perubahan berarti yang bisa dirasakan.
Harga beras yang terus melambung serta kebutuhan pokok lainnya disebutnya sebagai beban berat yang harus ditanggung setiap hari.
Selain itu, ia menyoroti sempitnya lapangan pekerjaan yang ada serta tekanan pajak yang semakin membebani.
“Tetapi di meja makan rakyat, tidak ada yang berubah sama sekali. Baik itu harga beras naik dan juga bahan pokok lainnya, lapangan kerja makin menyempit dan juga rakyat makin dihajar oleh pajak,” tegasnya .
Mahasiswa menuding aparatus negara saat ini hanya terlihat sibuk dalam urusan pencitraan semata.
Alih-alih menyelesaikan masalah struktural, pemerintah dinilai lebih gemar mengumumkan data-data manis yang bersifat kosmetik.
“Dan pemerintah hanya sibuk memoles citra, hanya sibuk mengumumkan data-data kosmetik sambil membagikan proyek kepada kroni-kroninya,” keluh Althof, sapaan akrabnya .
Tidak tanggung-tanggung, pernyataan keras pun dilontarkan mengenai masa depan bangsa di bawah kepemimpinan saat ini.
Yatalathof menilai bahwa alih-alih menuju visi Indonesia Emas, negeri ini justru sedang diarahkan menuju jurang kebangkrutan.
Menurutnya, kebangkrutan tersebut tidak hanya terjadi pada sektor fiskal, namun juga mencakup moral kepemimpinan dan sendi-sendi demokrasi.
“Arah negara tidak dibawa menuju Indonesia Emas, melainkan menuju Indonesia bangkut. Baik itu bangkrut secara demokrasinya, secara ekonominya, dan secara moral kepemimpinan,” ucapnya dengan tegas .
Ribuan massa dari berbagai universitas diperkirakan akan turun untuk menyuarakan lima tuntutan utama.
Dalam aksi yang rencananya digelar pada Jumat (12/6/2026) itu, mahasiswa mendesak penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) .
Mereka juga menuntut penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) serta kebutuhan pokok yang kian tak terjangkau.
Tuntutan lainnya adalah penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak prioritas serta penghentian praktik militerisme di ranah sipil.
Ketua BEM FH UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, menjelaskan bahwa pihaknya terbuka untuk kolaborasi dengan elemen masyarakat.
“Kami prinsipnya terbuka untuk seluruh masyarakat untuk yang ingin bergabung, dalam aksi besok,” katanya saat dikonfirmasi .
Ia memastikan bahwa gelombang demonstrasi ini murni gerakan rakyat dan tidak terafiliasi dengan kepentingan politik atau kelompok massa tertentu.
“Tidak menutup atau memberikan batasan. Di samping itu kita tidak tergabung atau terafiliasi dengan massa mana pun,” imbuhnya .
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan mahasiswa rencananya akan mulai bergerak menuju lokasi pada pukul 10.00 WIB.
Para demonstran akan mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbolik keprihatinan atas kondisi darurat yang terjadi .
Mereka berencana untuk berkumpul terlebih dahulu, melaksanakan ibadah Jumat, kemudian melanjutkan longmarch menuju titik kumpul utama di Bundaran HI.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok