Berita, Nasional

Mahfud MD Sentil Prabowo: Banyak Presiden Goblok, Kritik Bukan Alasan untuk Mencaci

Repelita.id

22 September 2026 20:15 WIB

Mahfud MD Sentil Prabowo: Banyak Presiden Goblok, Kritik Bukan Alasan untuk Mencaci
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Dinamika politik tanah air kembali memanas setelah pakar hukum tata negara Mahfud MD memberikan tanggapan menohok terkait pidato kontroversial Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan kritis tersebut disampaikan oleh mantan Menko Polhukam itu pada hari Selasa tanggal 22 September 2026 melalui kanal YouTube Podcast Terus Terang Mahfud MD.

ADVERTISEMENT

Mahfud MD menyoroti pidato berapi-api Presiden Prabowo pada acara ulang tahun PAN yang menyindir para pakar pengkritik pemerintah dengan sebutan saking pintarnya jadi goblok.

Merespons makian tersebut, Mahfud MD menilai bahwa ungkapan kasar seperti itu sangat tidak etis dan tidak layak keluar dari mulut seorang kepala negara.

"Saya percaya juga banyak pakar banyak profesor yang sebenarnya tidak perform ya di bawah standar yang oleh Pak Prabowo itu disebut goblok itu ya ya pasti ada tetapi tentu tidak semua profesor seperti hanya presiden juga banyak yang goblok dan tidak layak mengatakan profesor-profesor tuh goblok gitu enggak layak menurut saya ya ya tidak etis lah ya dari sudut itu," ujar Mahfud MD memberikan komentar pedas.

Ia menjelaskan, memang ada sebagian profesor di zaman sekarang yang kualitasnya di bawah standar akibat kemudahan transaksional dalam meraih gelar akademik.

Namun, Mahfud MD menegaskan bahwa fenomena ketidakcakapan intelektual itu juga terjadi pada banyak figur pemimpin dunia.

Ia memberikan contoh konkret mengenai adanya presiden di beberapa belahan dunia luar yang juga memiliki rekam jejak bodoh dalam memimpin negaranya.

"Banyak profesor goblok banyak juga presidennya goblok gitu tahu contohnya Idi Amin misalnya kan presiden juga itu jelas itu contoh konkret," tutur Mahfud MD mencontohkan mantan penguasa Uganda tersebut.

Lebih lanjut, Profesor Hukum Tata Negara itu menyayangkan sikap defensif dan kecenderungan menyerang balik dari Presiden Prabowo setiap kali menerima masukan ilmiah dari kalangan akademisi.

Mahfud MD menilai para pakar di dalam negeri mengkritik program pemerintah bukan didasari kebencian politik, melainkan murni sebagai bentuk tanggung jawab moral intelektual.

Kecenderungan menggoblok-goblokkan pengkritik dianggap sebagai bentuk rasa percaya diri yang berlebihan serta cerminan dari sikap pemerintah yang antikritik.

Ia juga mengkritik kalangan lingkaran dekat istana yang sering kali memberikan pujian berlebihan dan tidak masuk akal demi membela presiden.

Sikap pemujaan berlebih itu dicontohkan seperti klaim staf khusus lulusan Amerika yang menyebut bencana alam erupsi gunung terjadi karena desain antek asing.

Mahfud MD mengingatkan bahwa mengelola negara harus didasarkan pada kewarasan berpikir serta penggunaan akal sehat, bukan dengan amarah di atas podium.

Oleh sebab itu, ia mengimbau kepada seluruh pihak untuk menghentikan budaya saling mencaci dan menggoblokkan satu sama lain di ruang publik.

Mantan hakim konstitusi tersebut menegaskan dirinya tidak akan pernah takut untuk terus menyuarakan kritik objektif demi menyelamatkan tatanan hukum negara.

"Takut mengkritik silakan aja berhenti kalau kita gak berhenti kalau salah salah ak pakai akal sehatlah ini negara milik kita bukan milik orang perorangan," tegas Mahfud MD mengakhiri pandangannya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok



TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung