Berita, Timur Tengah

Makin Panas! Iran Ancaman Tenggelamkan Kapal Perang Amerika yang Cari Masalah di Selat Hormuz

Repelita.id

17 April 2026 21:43 WIB

Makin Panas! Iran Ancaman Tenggelamkan Kapal Perang Amerika yang Cari Masalah di Selat Hormuz
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Suhu politik di kawasan Teluk kembali memanas setelah penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengancam akan menenggelamkan kapal perang Amerika Serikat yang berani mencari masalah di Selat Hormuz.

Peringatan keras ini disampaikan Rezaei dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran pada Rabu (15/4/2026) di tengah masa gencatan senjata sementara yang masih berlangsung antara kedua pihak.

ADVERTISEMENT

"Kapal-kapal Anda ini akan ditenggelamkan oleh rudal pertama kami dan telah menciptakan bahaya besar bagi militer AS. Mereka pasti bisa terkena rudal kita dan kita bisa menghancurkannya," kata Rezaei yang tampil dengan penuh percaya diri mengenakan seragam militer.

Rezaei yang merupakan tokoh garis keras di tubuh Garda Revolusi Iran juga mempertanyakan niat Washington yang ingin berperan sebagai polisi di perairan strategis tersebut.

"Trump ingin menjadi polisi Selat Hormuz. Apakah ini benar-benar pekerjaanmu? Apakah ini tugas tentara yang kuat seperti AS?" ujarnya mengecam.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa jika Amerika Serikat nekat melancarkan invasi darat ke Iran, hal itu justru akan menjadi keberuntungan besar bagi Teheran.

"Akan sangat bagus jika Amerika Serikat melancarkan invasi darat ke Iran karena kita akan mengambil ribuan sandera dan kemudian untuk setiap sandera kita akan mendapatkan satu miliar dolar," kata dia dengan nada menantang.

Rezaei yang pernah menjabat sebagai panglima tertinggi Garda Revolusi Iran dari 1981 hingga 1997 ini juga menyatakan sikap pribadinya yang menolak perpanjangan masa gencatan senjata.

"Saya sama sekali tidak mendukung perpanjangan gencatan senjata, dan ini adalah pandangan pribadi," tambahnya.

Pernyataan keras ini muncul di saat AS tengah memberlakukan blokade militer di Selat Hormuz setelah Iran menutup jalur pelayaran di kawasan tersebut selama lebih dari enam minggu.

Ketegangan meningkat tajam setelah perundingan langsung antara Washington dan Teheran di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan lalu gagal mencapai kesepakatan.

Dengan ancaman ini, situasi di Selat Hormuz yang merupakan jalur perdagangan minyak paling vital di dunia semakin memanas dan berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung