Repelita Washington DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat pernyataan kontroversial yang membuat suhu geopolitik di Timur Tengah makin mendidih.
Kali ini, Trump berulah dengan mengklainnya dirinya memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz, jalur perairan tersibuk di dunia yang menjadi urat nadi ekonomi global.
ADVERTISEMENT
"Kami memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz," tulis Trump di akun Truth Social miliknya pada Kamis (23/4/2026).
Pernyataan yang disebut-sebut sebagai aksi "main gila" Trump itu langsung memicu ketegangan baru dengan Iran yang selama ini juga mengklaim memiliki otoritas atas selat strategis tersebut.
Tidak main-main, Trump juga memerintahkan angkatan laut AS untuk bertindak tegas dengan cara menembak mati setiap kapal yang kedapatan memasang ranjau di perairan Selat Hormuz.
"Tidak boleh ada keraguan," tegas Trump dalam unggahannya yang disertai ancaman keras terhadap siapa pun yang menghalangi jalur pelayaran minyak dunia.
Dalam pernyataan terpisah, Trump juga mengaku telah mengerahkan kapal-kapal penyapu ranjau AS dengan kekuatan tiga kali lipat dari biasanya.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya telah berhasil mengarahkan 31 kapal untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan sebagai bagian dari pemberlakukan blokade.
"Tidak ada kapal yang dapat masuk atau keluar tanpa persetujuan Angkatan Laut Amerika Serikat. Jalur itu tertutup rapat, sampai Iran mampu membuat sebuah KESEPAKATAN!!!" tulis Trump dengan huruf kapital dan tiga tanda seru.
Langkah gila Trump ini sebenarnya merupakan bagian dari upaya menekan Teheran agar membuka kembali sepenuhnya Selat Hormuz.
Sayangnya, kesepakatan gencatan senjata yang dijadwalkan berakhir pekan ini justru diperpanjang secara sepihak oleh Trump tanpa persetujuan Iran.
Iran sendiri melalui Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan tidak akan ada pembukaan selat selama blokade AS masih berlangsung.
"Pembukaan kembali Selat Hormuz tidak mungkin dilakukan selama blokade Amerika Serikat masih berlangsung," tegas Ghalibaf membalas pernyataan "gila" Trump.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok