Berita, Nasional

Malam Mencekam di Thailand Selatan: 51 Teror Bom dan Pembakaran Meletus Serentak di Tiga Provinsi

Repelita.id

24 August 2026 22:15 WIB

Malam Mencekam di Thailand Selatan: 51 Teror Bom dan Pembakaran Meletus Serentak di Tiga Provinsi
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Gelombang teror dan kekerasan kembali mengguncang kawasan Thailand selatan setelah 51 aksi serangan dilaporkan terjadi secara serentak dalam kurun waktu satu malam di tiga provinsi yang berbatasan dengan Malaysia.

Rangkaian pemboman, penembakan, pembakaran, hingga perusakan sarana publik melanda Provinsi Narathiwat, Pattani, dan Yala pada malam 22 Agustus.

ADVERTISEMENT

Provinsi Narathiwat mencatatkan jumlah insiden tertinggi dengan hampir separuh dari total aksi teror terjadi di wilayah tersebut.

Salah satu ledakan bom di Narathiwat mengakibatkan dua wanita mengalami luka serius pada bagian dada, lengan, serta paha kiri.

Selain itu, kelompok pelaku membakar kantor pemerintah komune Bo Ngo di distrik Rangae serta melarikan satu unit kendaraan pikap dinas yang kemudian ditemukan hangus.

Sementara itu di Provinsi Pattani, sebanyak 11 aksi serangan tercatat menyasar sejumlah fasilitas publik.

Sebuah gerai 7-Eleven di distrik Yaring hancur diterpa ledakan bom hingga memicu kebakaran hebat di area toko.

Pelaku juga melepaskan tembakan ke udara, menaruh benda mencurigakan, membakar ban di jalanan, serta membakar gedung administrasi baru di Taluban.

Kondisi mencekam turut melanda Provinsi Yala yang mencatatkan 18 insiden perusakan fasilitas telekomunikasi, kamera pengawas, dan kendaraan dinas.

Petugas menemukan sebaran paku di berbagai ruas jalan utama yang sengaja dipasang untuk melumpuhkan akses mobilitas warga maupun aparat penegak hukum.

Komando Operasi Keamanan Dalam Negeri Thailand mengecam keras eskalasi kekerasan yang dinilai sengaja dirancang untuk menyebar ketakutan di tengah masyarakat sipil.

Eskalasi pertempuran ini menegaskan bahwa konflik separatis yang berakar dari isu identitas serta tuntutan otonomi masyarakat Melayu selatan masih jauh dari kata usai. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung