Berita, Nasional

Mantan Danjen Kopassus Desak Prabowo Tangani Polemik Ijazah Jokowi: Jangan Hanya Diam, Polisi dan Kejaksaan Jadi Perisai

Repelita.id

17 April 2026 13:46 WIB

Mantan Danjen Kopassus Desak Prabowo Tangani Polemik Ijazah Jokowi: Jangan Hanya Diam, Polisi dan Kejaksaan Jadi Perisai
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Mantan Komandan Jenderal Kopassus, Mayjen TNI Purnawirawan Soenarko, bersama koalisi aktivis Gerakan Kebangsaan Selamatkan Indonesia secara resmi mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan atensi khusus terhadap polemik dugaan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo.

Gelombang massa yang dipimpin oleh Soenarko memadati area depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Kamis (16/4/2026) untuk menyuarakan tuntutan mereka.

ADVERTISEMENT

Dalam orasi yang berapi-api, Soenarko menekankan bahwa posisi Prabowo sebagai kepala negara seharusnya menjadi motor penggerak utama dalam kepastian hukum di Tanah Air.

Soenarko mempertanyakan sikap diam Presiden Prabowo di tengah kencangnya tuntutan masyarakat terkait keabsahan dokumen pendidikan pendahulunya tersebut.

"Apakah Bapak Presiden Prabowo tidak mendengarkan suara publik yang begitu riuh mengenai masalah ini? Mengapa beliau hanya berdiam diri? Padahal, presiden semestinya berperan sebagai pemimpin sekaligus pelopor dalam menegakkan hukum, seperti yang pernah beliau sampaikan sendiri sebelum dilantik," tutur Soenarko.

Tidak hanya menyasar kursi kepresidenan, Soenarko juga memberikan catatan merah bagi institusi penegak hukum di Indonesia.

Ia menilai adanya indikasi bahwa Kepolisian dan Kejaksaan justru bertindak sebagai perisai bagi kepentingan tertentu alih-alih menjadi pelayan keadilan yang transparan.

Menurutnya, gerakan yang menuntut pembuktian ijazah asli strata satu Jokowi telah berjalan lebih dari satu tahun tanpa ada kemajuan berarti.

Soenarko menilai ada pola mengkhawatirkan di mana instrumen kekuasaan negara tampak enggan mengusut tuntas permasalahan ini secara objektif.

"Kenyataannya, gerakan yang menuntut agar Jokowi memperlihatkan ijazah aslinya sudah berjalan selama lebih dari setahun, namun tidak ada tanggapan berarti. Pihak kepolisian maupun kehakiman, yang merupakan bagian dari instrumen kekuasaan, justru terlihat seperti memberikan perlindungan," tegas mantan petinggi Kopassus tersebut.

Menurut Soenarko, cara termudah untuk mematahkan segala spekulasi adalah dengan menunjukkan dokumen ijazah fisik yang asli kepada publik melalui verifikasi independen yang terbuka.

Ia merasa ada dinding tebal yang sengaja dibangun untuk menolak tuntutan tersebut karena sistem pertahanan diri telah dipersiapkan sejak lama.

"Masalah ini sebenarnya sepele apabila Jokowi bersedia memamerkan ijazah fisiknya yang asli kepada khalayak," ujar Soenarko.

"Namun, karena ia memang gemar bersilat lidah, dan secara kebetulan telah menyusun mekanisme pertahanan diri semenjak awal menjabat, ia memiliki kekuatan besar untuk menampik atau melawan siapa pun yang meminta pembuktian ijazah aslinya," pungkasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung