Berita, Nasional

Mantan Penasihat Spiritual Jokowi Bongkar Simbol “Bebek dan Soto”, Sebut Ada Upaya Ikat Loyalitas Capres hingga Sindir Gibran Belum Siap Pimpin Negara

Repelita.id

21 May 2026 14:52 WIB

Mantan Penasihat Spiritual Jokowi Bongkar Simbol “Bebek dan Soto”, Sebut Ada Upaya Ikat Loyalitas Capres hingga Sindir Gibran Belum Siap Pimpin Negara
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kesaksian mengejutkan mengenai intrik politik di balik layar kekuasaan pada masa transisi pemerintahan diungkapkan oleh sosok yang pernah mengawal spiritualitas kepemimpinan mantan Presiden Joko Widodo.

Mantan penasihat batin tokoh asal Solo tersebut membeberkan makna filosofis tertentu dari sebuah jamuan makan malam formal yang melibatkan jajaran kandidat pemimpin nasional terdahulu.

ADVERTISEMENT

Analisis mendalam mengenai simbol kebudayaan Jawa dalam taktik pengendalian politik tersebut diulas secara terbuka dalam tayangan podcast digital yang disiarkan oleh saluran YouTube resmi milik @forumkeadilanTV.

Sri Eko Sriyanto Galgendu membongkar strategi komunikasi simbolik yang digunakan oleh kepala negara terdahulu untuk memastikan kepatuhan mutlak dari figur yang diproyeksikan memimpin bangsa ke depan.

Dalam pemaparannya yang mendalam, tokoh spiritual yang akrab disapa Eko Lemu ini menjabarkan simbol makanan tersebut dengan menyatakan bahwa "ketika tiga calon itu dipanggil Pak Jokowi apa yang dihidangkan yang dihidangkan adalah bebek sama soto Soto itu simbol nilai dioto artinya ya mereka diikat atau ditusuk supaya bebek supaya ikut aja manut manut terhadap apa yang kemudian di lakukan oleh Pak Jokowi Dia menganggap dan percaya Pak Prab orangnya komit".

Lebih lanjut, ia menyoroti fenomena cawe-cawe politik pasca-jabatan sebagai potret dari kegelisahan seorang bapak terhadap keterbatasan kapasitas kompetensi anak-anak kandungnya di ranah kekuasaan tertinggi.

Langkah turun gunung yang dilakukan secara masif dinilai sebagai bentuk konfirmasi terbuka mengenai rapuhnya kesiapan mental serta landasan spiritualitas dari kepemimpinan generasi milenial di panggung eksekutif.

Ia mengkritik keras pemaksaan penempatan figur muda dalam jajaran pimpinan tertinggi negara dengan berujar "Bagaimana Pak Eko melihat posisi Gibran dalam situasi hari ini Lahan rahanahan rajanatara Jangan buat yang namanya negara ini dan rakyat serta bangsa ini sebagai tempat pembelajaran belajar itu bukan sebagai pemimpin negara bukan sebagai wakil presiden Kalau kamu tega berarti kamu sudah tega terhadap bangsa dan negara ini".

Munculnya berbagai spekulasi mengenai kondisi kesehatan serta stres yang dialami oleh mantan presiden ke-7 tersebut diduga erat kaitannya dengan akumulasi rasa bersalah akibat manuver pembentukan dinasti politik.

Oleh karena itu, jajaran pemerintahan baru di bawah komando Presiden Prabowo Subianto diingatkan untuk tetap menjaga soliditas internal kabinet secara mandiri serta membentengi diri dari pengaruh buruk taktis adu domba.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung