Berita, Nasional

Mardani Ali Sera Minta Prabowo Evaluasi Kabinet Usai Kepuasan Publik Dan Elektabilitas Menurun

Repelita.id

30 July 2026 23:49 WIB

Mardani Ali Sera Minta Prabowo Evaluasi Kabinet Usai Kepuasan Publik Dan Elektabilitas Menurun
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Politikus Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera memberikan respons atas paparan riset Saiful Mujani Research and Consulting yang merekam penurunan tren kepuasan publik serta elektabilitas Presiden Prabowo Subianto.

Berdasarkan hasil pemetaan opini publik tersebut, tingkat kepuasan terhadap kinerja kepala negara berada di kisaran 51 persen dengan kecenderungan elektoral yang menurun dalam kurun setengah tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

Melalui rilis pandangannya di platform X melalui akun @mardanialisera pada Kamis (30/7/2026), Mardani menilai data tersebut sebagai potret dinamika persepsi masyarakat yang patut dicermati.

"Survei selalu dinamis. Tapi pada saat yg sama bisa jadi jendela memahami opini publik saat ini," tulis Mardani pada Kamis (30/7/2026).

Ia menekankan bahwasanya penurunan tingkat kepuasan serta keterpilihan ini wajib dijadikan alarm peringatan bagi jajaran pemerintah untuk segera mengambil langkah evaluasi.

Langkah perbaikan tersebut menurutnya mencakup perombakan pada ranah formulasi kebijakan publik hingga susunan jajaran kabinet pemerintahan.

"Elektabilitas yg turun dan kepuasan publik yg rendah, jadi sinyal bagi perubahan kebijakan dan line up kabinet," sambungnya.

Kendati demikian, akademisi PKS ini optimistis Presiden masih memiliki ruang serta waktu yang memadai untuk melakukan konsolidasi efektivitas kepemimpinan.

Dukungan politik dari koalisi mayoritas serta kondusivitas iklim sosial nasional dinilai menjadi modal krusial bagi Presiden dalam menata ulang arah kinerja.

"Masih panjang waktu bagi Presiden @prabowo untuk merespon dengan akurat hasil survey ini. Pak Prabowo punya modal sangat kuat: dukungan mutlak koalisi dan stabilitas sosial yg aman," tuturnya.

Ia mengingatkan bahwa tuntutan masyarakat di tingkat akar rumput pada dasarnya bertumpu pada persoalan-persoalan mendasar dalam kehidupan sehari-hari.

"Harapan publik sederhana: lapangan kerja, harga stabil dan ekonomi bergerak," lanjutnya.

Penurunan indikator kepuasan hingga menyentuh 51 persen ini berimplikasi langsung pada proyeksi keterpilihan Presiden usai dua tahun masa kepemimpinan.

Dalam simulasi kontestasi politik jika pemilihan dilaksanakan pertengahan Juli, tingkat elektabilitas Prabowo berada pada angka 14,5 persen.

Tingkat keterpilihan tersebut berada di bawah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang memimpin dengan perolehan 35 persen.

Penurunan elektabilitas serta popularitas ini dinilai sebagai salah satu koreksi persepsi paling signifikan bila dibandingkan dengan rekam jejak kepemimpinan periode-periode sebelumnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung