Berita, Nasional

Mardigu Wowiek: Amerika Panik Hadapi Tiongkok, Sistem Ekonomi Indonesia Mengkhawatirkan

Repelita.id

19 September 2026 15:43 WIB

Mardigu Wowiek: Amerika Panik Hadapi Tiongkok, Sistem Ekonomi Indonesia Mengkhawatirkan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Narasi ketakutan yang mendalam tengah melanda para elit politik di wilayah Washington saat ini.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bossman Mardigu dalam sebuah tayangan yang diunggah melalui kanal YouTube Mardigu Wowiek Official pada hari Sabtu tanggal sembilan belas September tahun dua ribu dua puluh enam.

ADVERTISEMENT

Menurut analisisnya pihak Amerika Serikat dan sekutu Barat memiliki kekhawatiran yang sangat besar terhadap kebangkitan kembali peradaban serta kekuatan ekonomi Tiongkok di kancah global.

Kepanikan ini dinilai murni berlandaskan pada kalkulasi roda perekonomian dan bukan karena persoalan moralitas sebagaimana yang sering didengungkan.

Pihak parlemen Amerika Serikat bahkan sampai mendirikan sebuah komite khusus yang dinamakan Select Committee on Strategic Competition Between the United States and the Chinese Communist Party untuk membendung kemakmuran masyarakat di sana.

Langkah demonisasi atau penggambaran buruk terhadap rival ekonomi tersebut sengaja dilakukan demi membenarkan tindakan keras yang akan diambil oleh pihak Barat.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan situasi riil di kota-kota besar seperti Beijing, Shanghai, maupun Shenzhen di mana warganya justru sibuk membangun jaringan transportasi dan teknologi.

Ia menambahkan bahwa Tiongkok sebenarnya hanya fokus pada penguatan ekonomi untuk menyejahterakan rakyat mereka sendiri dan tidak memiliki ambisi menguasai dunia.

Saat ini perlawanan balik yang berani mulai ditunjukkan melalui kelompok BRICS yang di dalamnya terdapat kekuatan dari peradaban Tiongkok, Persia, hingga India.

Di sisi lain tata kelola yang dijalankan oleh para birokrat di dalam negeri Indonesia justru dinilai sedang menciptakan ketergantungan sistemik bagi masyarakatnya.

Kebijakan domestik saat ini dinilai lebih memperkuat dominasi BUMN dan menggeser arah negara menjadi sosialis elitis yang hanya menguntungkan segelintir pihak.

Akibat dari pola tersebut muncul fenomena pelarian modal atau capital flight serta eksodus orang-orang pintar ke luar negeri karena sistem birokrasi yang rumit.

Kehidupan harian masyarakat juga semakin terhimpit oleh terjangan badai inflasi serta maraknya jeratan hutang secara online yang tidak menentu.

Indonesia diingatkan untuk segera merombak total sistem yang mandul dan menyusun grand design baru agar tidak menjadi pelanduk yang mati terjepit di tengah pertempuran raksasa dunia. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung