Berita, Nasional

Mardigu Wowiek Sebut Parpol Ciut Eksekusi Pemakzulan Wapres Gibran karena Saling Sandra Dosa Struktural

Repelita.id

12 October 2026 22:43 WIB

Mardigu Wowiek Sebut Parpol Ciut Eksekusi Pemakzulan Wapres Gibran karena Saling Sandra Dosa Struktural
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Dinamika panggung politik tanah air semakin memanas pasca keluarnya keputusan terbaru dari pihak peradilan Mahkamah Konstitusi.

Sorotan publik tajam mengarah pada sikap bungkam yang ditunjukkan oleh jajaran partai politik raksasa dalam menyikapi sengketa berkas pendidikan wakil presiden.

ADVERTISEMENT

Kondisi saling sandra di lingkaran elit diduga menjadi pemicu utama lumpuhnya fungsi pengawasan lembaga legislatif dalam menegakkan keadilan hukum.

Ulasan kritis mengenai drama politik nasional ini disampaikan secara mendalam oleh pengamat senior Mardigu Wowiek melalui tayangan video di kanal YouTube Bossman Mardigu pada Senin 12 Oktober 2026.

Mardigu mengibaratkan polemik keabsahan berkas kelulusan Gibran Rakabuming Raka ini layaknya sebuah pelanggaran berat dalam laga pertandingan sepak bola.

Hampir seluruh penonton di dalam stadion mengetahui adanya pelanggaran kasat mata tersebut namun operator pertandingan sengaja menyembunyikan rekaman alat bukti.

Setelah melalui desakan investigasi yang panjang pihak hakim MK akhirnya dipaksa bertindak menjadi wasit utama guna memeriksa kebenaran materiil di persidangan.

Hasil analisa menunjukkan secara sah adanya kejanggalan hukum sehingga posisi perkara saat ini sudah diletakkan tepat pada titik putih penalti.

Tugas hakim konstitusi dinilai sudah selesai sampai di situ dan kini kelanjutan eksekusi sepenuhnya berada di kaki para pemain parpol di Senayan.

"Wasit MK secara sah melihat adanya pelanggaran berat secara hukum wasit sudah meletakkan bola tepat di titik penalti," ujar Mardigu.

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD bersama tim hukum Denny Indrayana dipastikan tidak bisa mengambil tindakan penalti karena terkendala legal standing.

Hak mengeksekusi mosi pemberhentian secara mutlak dipegang oleh barisan partai besar seperti PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, hingga PKS.

Namun respons yang ditunjukkan oleh fraksi-fraksi besar tersebut justru terkesan melengos dan kompak bersikap normatif untuk mencari aman sendiri.

Kanal YouTube Bossman Mardigu mengungkap adanya fenomena aneh di mana partai oposisi sekelas PDIP pun mendadak ciut untuk menyentuh bola panas ini.

Kelumpuhan nyali politik dari para elit parpol raksasa ini disinyalir terjadi bukan karena mereka takut pada sosok personal pemuda solo tersebut.

Langkah mundur para politisi dipicu oleh ketakutan terhadap efek domino geopolitik ekonomi serta adanya dosa struktural yang saling mengunci di bawah meja.

Hampir sebagian besar elit birokrat tersandera oleh berbagai kasus masa lalu mulai dari masalah restitusi pajak fiktif hingga proyek bantuan sosial terselubung.

Ada pula pihak-pihak yang selama ini menikmati gurihnya kebocoran ekspor tambang ilegal yang dilindungi oleh kekuatan jaringan aparat deep state.

Jika ada satu fraksi yang berani maju mendorong pemakzulan maka akan memicu terjadinya perang terbuka reaudit forensik secara total di semua sektor.

Skema kehancuran bersama ini membuat seluruh atap gedung kekuasaan terancam runtuh dan menimpa piring nasi serta leher para elit itu sendiri.

Melihat sandiwara satu arah yang dipertontonkan di atas meja penonton di luar stadion dikhawatirkan akan kehilangan kesabaran dan turun langsung ke lapangan.

Arus bawah berpotensi mengambil alih tindakan demi menyelamatkan marwah hukum Indonesia yang saat ini dinilai sedang disandera kompromi elit.

Di tengah kebuntuan tersebut muncul sebuah usulan taktis yang dinilai mampu menyelesaikan kisruh nasional ini secara damai hanya dalam waktu lima menit.

Sang wakil presiden disarankan untuk segera mendaftarkan diri mengikuti ujian kelulusan resmi Paket C pada pusat kegiatan belajar masyarakat terdekat.

Langkah instan tersebut dipandang menjadi solusi pamungkas agar kelompok pengamat serta netizen tidak memiliki bahan lagi untuk membuat kegaduhan.

"Anda langsung datang saja ke pusat kegiatan belajar masyarakat terdekat daftar lalu ambil ujian ijazah paket C sekalian selesai perkara," pungkas Mardigu.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok




TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung