Berita, Nasional

Massa Muktamar NU Terobos Barikade Keamanan Menolak Penyingkiran Gus Yusuf Dari Bursa Ketum PBNU

Repelita.id

30 August 2026 19:22 WIB

Massa Muktamar NU Terobos Barikade Keamanan Menolak Penyingkiran Gus Yusuf Dari Bursa Ketum PBNU
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Gelombang unjuk rasa mewarnai pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang berlangsung di kawasan Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang pada Senin, 31 Agustus 2026.

Kerumunan massa tampak mendatangi titik pemeriksaan utama lokasi acara sekitar pukul 13.15 WIB secara bergelombang dan memicu kesiapsiagaan aparat keamanan internal organisasi.

ADVERTISEMENT

Guna mengantisipasi potensi gesekan, tim pengamanan gabungan dari Barisan Ansor Serbaguna, Satuan Inspeksi Tanggap Pengamanan, serta Pagar Nusa membentuk barikade ketat di sekitar area kegiatan.

Para peserta aksi kemudian menyampaikan penolakan dan aspirasi politik organisasi secara bergantian menggunakan perangkat pengeras suara tepat di depan barisan penjagaan petugas.

Pendemo meminta pihak penyelenggara forum tertinggi organisasi Islam tersebut untuk segera keluar menuju gerbang dan menemui rombongan massa penuntut keadilan.

“Kami tidak mau dibenturkan dengan saudara Banser dan Pagar Nusa, kalau menutup jangan parah-parah, atau biarkan panitianya yang ke sini,” kata salah satu orator.

Sengketa internal tersebut dipicu oleh tuduhan penerapan Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama yang dinilai sengaja dipakai untuk mengganjal pencalonan Ketua Umum PBNU KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf.

Kritik tajam dilayangkan massa yang menganggap regulasi internal organisasi telah disalahgunakan demi kepentingan pimpinan atau kelompok tertentu.

“Kami menolak segala sesuatu penggunaan Perkum untuk menghalangi pencalonan KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf secara sepihak dan diskriminatif,” ucap orator lainnya.

Desakan agar pihak penyelenggara Muktamar bersikap netral terus digelorakan di tengah pengawalan ketat para penjaga keamanan.

Penetapan aturan tata tertib pencalonan diminta tidak dijadikan alat pemukul politik untuk menyingkirkan figur potensial dari bursa kepemimpinan nasional.

“Perkum harus menjadi instrumen penataan organisasi bukan sebagai senjata politik untuk menyingkirkan calon tertentu dalam Muktamar PBNU. Kami meminta panitia bersikap adil,” imbuh dia.

Eskalasi situasi sempat memanas sewaktu rombongan pendemo terus merangsek maju hingga membuat benteng pertahanan barisan petugas pengaman kewalahan dan terpecah.

Desakan fisik massa berhasil menembus barikade awal hingga kelompok tersebut bergerak masuk menuju area tenda utama tempat persidangan Muktamar digelar.

Rombongan penuntut keadilan tetap bertahan di sekitar lokasi tenda putih hijau sembari menuntut kehadiran jajaran panitia untuk memberikan klarifikasi terbuka.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung