Berita, Nasional

MBG Watch Kritik Prabowo Pamer Makan Bergizi di Luar Negeri Saat Kasus Keracunan Menggurita

Repelita.id

11 September 2026 13:45 WIB

MBG Watch Kritik Prabowo Pamer Makan Bergizi di Luar Negeri Saat Kasus Keracunan Menggurita
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Langkah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang memamerkan program Makan Bergizi Gratis di forum internasional menuai kecaman keras dari berbagai elemen masyarakat sipil.

Organisasi pemantau kebijakan publik menilai tindakan tersebut menunjukkan ketidakpekaan penguasa terhadap rentetan insiden keracunan massal yang tengah menimpa para pelajar di dalam negeri.

ADVERTISEMENT

Pihak pemantau menegaskan bahwa pemerintah seharusnya tidak melakukan klaim berlebihan atau menutup-nutupi berbagai persoalan pelik yang sedang terjadi di tengah masyarakat bawah saat ini.

Sikap abai terhadap keselamatan anak-anak sekolah dinilai sangat mencederai rasa keadilan publik di tengah masifnya laporan korban keracunan makanan program tersebut.

Jadi yang kami harapkan pemerintah itu tidak overclaim atau tidak menyapu bersih permasalahannya dan menganggapnya itu cuma baik-baik saja ya, karena faktanya tidak seperti itu.

Itu dibutuhkannya hati nurani sih sebenarnya dari para pejabat publik kita, tegas perwakilan organisasi pemantau dalam keterangan resminya.

Sorotan tajam ini mengemuka setelah kepala negara dengan bangga memaparkan keunggulan program makan gratis di hadapan para tokoh global tanpa dibarengi evaluasi transparan.

Alih-alih menyelesaikan akar permasalahan struktural di berbagai dapur penyedia makanan, pemerintah justru dinilai kerap menutup mata dari penderitaan para korban di daerah.

Gelombang desakan agar program unggulan tersebut dihentikan sementara terus bergulir deras demi menghindari jatuhnya lebih banyak korban jiwa dari kalangan anak-anak bangsa.

Kritik pedas tersebut turut disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Tribunnews dalam laporan investigasi mendalam yang dirilis pada Kamis sepuluh September dua ribu dua puluh enam.

Publik berharap para pemangku kebijakan segera menghentikan sikap pencitraan luar negeri dan fokus menuntaskan krisis kesehatan darurat yang meresahkan orang tua murid. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung