Repelita [Jakarta] - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memimpin langsung rapat strategi partai DPP untuk menyusun langkah mitigasi menghadapi krisis iklim global.
Pertemuan yang berlangsung di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Rabu, 1 Juli 2026, fokus pada ancaman fenomena El Nino berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebutkan bahwa partai telah mengeluarkan instruksi resmi sebagai respons atas potensi kemarau panjang hingga tahun depan.
“Dengan instruksi ini, pihak menegaskan kesiapsiagaan penuh dalam mengantisipasi potensi fenomena El Nino dan ancaman musim kemarau panjang,” kata Hasto dalam keterangannya, dikutip Rabu, 1 Juli 2026.
Anomali suhu Samudra Pasifik diprediksi akan memicu kekeringan ekstrem sejak Mei 2026 hingga Mei 2027 yang mengancam stabilitas produksi pangan nasional.
BMKG mencatat banyak wilayah di Bali, Nusa Tenggara, Jawa, dan Kalimantan yang kini resmi masuk zona musim kemarau dengan risiko tinggi.
Hasto menegaskan bahwa langkah cepat ini diambil untuk mencegah peningkatan produktivitas pertanian serta ketersediaan pasokan air bersih bagi masyarakat luas.
“Ancaman nyata anjloknya pangan dan menyusutnya udara akibat El Nino yang membentang setahun penuh inilah yang mendasari Ibu Megawati dan Partai bergerak cepat melakukan langkah mitigasi sedini mungkin melalui seluruh struktur partainya,” kata Hasto.
Melalui Surat Instruksi Nomor 1110/IN/DPP/2026, partai memerintahkan seluruh kader di struktur, legislatif, dan eksekutif untuk menjalankan delapan aksi tanggap darurat.
Langkah-langkah tersebut mencakup penghematan udara, pembangunan sarana penampungan udara, mitigasi kebakaran lahan, hingga pengawalan stabilitas harga serta stok pangan di pasar.
Selain itu, partai memperkuat kebijakan lingkungan yang merujuk pada instruksi terdahulu terkait penataan sumber daya air untuk kepentingan rakyat banyak.
Eriko Sotarduga menambahkan bahwa rangkaian proses ini mencerminkan komitmen konsistensi partai dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.
“Ini menjadi bukti nyata bahwa PDI Perjuangan tidak hanya bergerak saat bencana tiba, melainkan konsisten membangun ketahanan lingkungan yang kokoh demi kesejahteraan rakyat Indonesia,” kata dia. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok