Berita, Timur Tengah

Menhan AS Mencak-mencak Ditanya Anggota Kongres soal Mental Trump di Perang Iran

Repelita.id

30 April 2026 22:06 WIB

Menhan AS Mencak-mencak Ditanya Anggota Kongres soal Mental Trump di Perang Iran
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth terlihat emosi dan berkelit saat mendapat pertanyaan pedas dari seorang anggota Kongres tentang kondisi mental Presiden Donald Trump di tengah perang melawan Iran .

Insiden adu argumen tersebut terjadi dalam sesi dengar pendapat di hadapan Komisi Angkatan Bersenjata DPR AS pada Rabu, 29 April 2026, yang membahas anggaran pentagon sebesar 1,45 triliun dolar .

ADVERTISEMENT

Pertanyaan kritis itu dilontarkan oleh anggota Kongres dari Partai Demokrat, Sara Jacobs, yang mewakili wilayah San Diego dengan komunitas militer terbesar di AS .

Jacobs mengaku mendengar kekhawatiran mendalam dari konstituennya, terutama keluarga militer yang ditinggal berperang di Timur Tengah, soal stabilitas mental presiden .

"Itu menyakitkan saya bahkan harus menanyakan ini tentang presiden kita, tetapi nyawa orang-orang yang saya wakili dipertaruhkan," ujar Jacobs kepada Hegseth dengan nada tegas .

"Apakah Anda percaya bahwa presiden cukup stabil secara mental untuk menjadi Panglima Tertinggi?" tanya Jacobs, mengutip berbagai unggahan aneh Trump di media sosial Truth Social .

Jacobs bahkan memperlihatkan salah satu unggahan kontroversial Trump saat Paskah yang menampilkan gambar hasil kecerdasan buatan (AI) yang mendeskripsikan dirinya bak Yesus Kristus .

"Saya Yahudi, jadi ini tak terlalu mengganggu saya, tetapi sepemahaman saya ini cukup menyinggung banyak orang Kristen. Jadi, bagaimana Anda menjelaskan postingan ini?" tanya Jacobs kemudian .

Menghadapi pertanyaan tersebut, Hegseth tidak menjawab dengan lugas. Ia malah balik membandingkan dengan mantan Presiden Joe Biden yang dianggap sering gagap di depan publik karena faktor kesehatan .

"Apakah Anda mengajukan pertanyaan yang sama kepada Joe Biden selama empat tahun?" tanya Hegseth, yang tampak marah dengan pertanyaan yang diajukan Jacobs .

"Saya bahkan tidak akan menanggapi tingkat penghinaan yang Anda berikan ke Panglima Tertinggi," kata Hegseth ketika Jacobs menegaskan bahwa yang ditanya adalah kondisi pemerintahan saat ini .

Hegseth kemudian memuji Trump secara berlebihan, menyebutnya sebagai "Panglima Tertinggi yang paling cerdas dan berwawasan luas yang pernah kita miliki dalam beberapa generasi" .

Terkait unggahan kontroversial Trump yang dipertanyakan Jacobs, Hegseth hanya menjawab singkat, "Saya di sini bukan untuk menjelaskan postingan" .

Jacobs terus menekan Hegseth dengan menunjukkan bukti bahwa kekhawatiran tentang kesehatan mental Trump bersifat lintas partai .

Ia menyebut nama-nama seperti Marjorie Taylor Greene yang mengatakan Trump tidak terkendali, Candace Owens yang menyerukan Amandemen ke-25, hingga Megyn Kelly dan Tucker Carlson yang juga mengkritik Trump .

Jacobs juga menyoroti bahwa perang yang sudah memasuki bulan kedua ini telah menewaskan 13 personel militer AS serta melukai lebih dari 300 tentara, dengan biaya perang mencapai 25 miliar dolar AS hingga saat ini .

Kini, konflik yang dipicu serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari lalu tersebut telah memasuki batas 60 hari sesuai Undang-Undang Kekuasaan Perang (War Powers Act), yang mengharuskan presiden mendapatkan otorisasi dari Kongres jika ingin melanjutkan operasi militer .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung