Berita, Timur Tengah

Menhan Pakistan: Israel Kutukan bagi Kemanusiaan, Genosida Masih Berlanjut saat Perundingan Damai di Islamabad

Repelita.id

10 April 2026 20:43 WIB

Menhan Pakistan: Israel Kutukan bagi Kemanusiaan, Genosida Masih Berlanjut saat Perundingan Damai di Islamabad
Foto: Istimewa

Repelita Islamabad - Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif pada Kamis (9/4/2026) malam menyebut Israel sebagai kutukan bagi kemanusiaan karena genosida yang mereka lakukan terus berlanjut di berbagai wilayah.

Pernyataan Asif itu disampaikan menyusul serangan brutal Israel terhadap Lebanon yang terjadi pada hari pengumuman gencatan senjata perang Iran yaitu Rabu (8/4/2026).

ADVERTISEMENT

"Israel adalah penjahat dan merupakan kutukan bagi kemanusiaan. Ketika perundingan perdamaian berlangsung di Islamabad, genosida masih berlanjut di Lebanon," kata Asif melalui platform X.

Rakyat sipil tak berdosa terus dibunuh oleh Israel di Gaza, kemudian Iran, dan kini Lebanon, kata menteri pertahanan Pakistan tersebut.

"Pertumpahan darah tak kunjung berhenti," ucap Asif dengan nada mengecam keras kebijakan militer Israel.

Asif juga mengutuk siapapun yang menciptakan Israel di tanah Palestina dengan menyebut mereka akan terbakar di neraka.

Pernyataan tersebut disampaikan Asif menyusul meningkatnya intensitas serangan Zionis Israel di Lebanon meskipun upaya diplomatik telah berjalan.

Serangan itu terjadi seusai tercapainya gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan sebagai penengah.

Sementara Islamabad dan Teheran memandang gencatan senjata yang disepakati juga mencakup Lebanon, Washington dan Tel Aviv justru menepis hal tersebut.

Pasukan Zionis Israel meningkatkan serangan mereka ke Lebanon sejak Rabu (8/4/2026) sehingga menyebabkan sekurangnya 303 orang tewas dan 1.150 lainnya terluka.

Kementerian Kesehatan Lebanon juga menyebut peningkatan serangan Israel ke Lebanon sejak 2 Maret telah menyebabkan 1.888 warga tewas dan 6.092 lainnya cedera.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan bahwa berlanjutnya serangan Zionis Israel ke Lebanon dapat membuat negosiasi gencatan senjata menjadi sia-sia.

Negosiasi pada masa gencatan senjata antara Iran dan AS dijadwalkan akan digelar di Islamabad, Pakistan pada Sabtu (11/4/2026).

"Berlanjutnya serangan akan membuat negosiasi sia-sia; jari kami tetap berada di pelatuk, dan Iran tidak akan meninggalkan saudaranya di Lebanon," kata Pezeshkian melalui media sosial X pada Kamis (9/4/2026).

Dalam kiriman terpisah di platform yang sama, ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan bahwa Lebanon adalah bagian tak terpisahkan dari gencatan senjata.

Ghalibaf mengutip pernyataan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang sebelumnya telah menegaskan hal serupa.

"Lebanon dan seluruh Poros Perlawanan, sebagai sekutu Iran, adalah bagian tak terpisahkan dari gencatan senjata," kata Ghalibaf.

Ia menambahkan bahwa PM Pakistan telah secara terbuka dan jelas menekankan persoalan Lebanon.

Ghalibaf menegaskan bahwa saat ini tidak boleh ada ruang untuk menyangkal ataupun mundur dari komitmen tersebut.

Ia juga memperingatkan bahwa pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata akan dibalas dengan keras oleh pihak Iran.

"Pelanggaran gencatan senjata bermakna ada harga yang harus dibayar dan akan ada balasan yang kuat," ucap Ghalibaf.

Ia pun mengingatkan semua pihak agar api konflik segera dipadamkan sebelum semakin meluas ke seluruh kawasan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung