Berita, Nasional

Menhut Klaim Arahan Tegas Presiden Prabowo Sukses Tekan Sebaran Titik Panas Karhutla

Repelita.id

03 September 2026 22:16 WIB

Menhut Klaim Arahan Tegas Presiden Prabowo Sukses Tekan Sebaran Titik Panas Karhutla
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Keberhasilan dalam menekan laju sebaran titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan di wilayah tanah air dinilai tidak lepas dari andil besar yang ditunjukkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Langkah taktis serta pengawasan yang intensif dari kepala negara tersebut diklaim menjadi faktor utama di balik membaiknya kondisi lapangan dalam beberapa waktu belakangan ini.

ADVERTISEMENT

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan pandangan tersebut saat memaparkan evaluasi penanganan dampak iklim di area kerja kementeriannya.

“Ucapan terima kasih saya tentu kepada Pak Presiden Prabowo Subianto. Beliau seorang pemimpin yang sangat tegas terutama dalam karhutla ini,” ujar Raja Juli di kantor Kemenhut, Jakarta Pusat pada Selasa, 1 September 2026.

Secara teknis, instruksi langsung yang dikeluarkan oleh kepala negara telah memberikan dorongan moral yang sangat kuat bagi jajaran kabinet serta petugas lapangan untuk bergerak lebih cepat.

Pemimpin tertinggi negara tersebut dilaporkan mengomandoi secara langsung agenda pertemuan tingkat tinggi guna membahas formula pencegahan bencana tahunan ini.

Bukan sekadar memberikan instruksi dari balik meja kerja, sang presiden juga melakukan peninjauan langsung ke area terdampak di wilayah Kalimantan dan Sumatera.

Setelah kunjungan langsung ke titik-titik krusial tersebut selesai, kendali pengawasan harian didelegasikan kepada jajaran menteri sekretaris negara serta sekretaris kabinet secara berkala.

Langkah pemantauan yang dilakukan secara ketat dari waktu ke waktu tersebut memastikan bahwa penanganan di wilayah rawan tetap berjalan sesuai target baku.

“Hari ke hari saya selalu dicek oleh Pak Seskab maupun Pak Mensesneg tren hari ini seperti apa dan itu memotivasi kami secara keseluruhan untuk terus bekerja keras,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemantauan intensif selama bulan Agustus, grafik sebaran titik panas di beberapa daerah rawan mulai memperlihatkan arah perbaikan yang signifikan.

Pada rentang waktu akhir bulan tersebut, area Provinsi Riau bahkan berhasil mencapai status nihil titik api selama dua hari berturut-turut berdasarkan data satelit terbaru.

Kondisi yang serupa juga dilaporkan terjadi pada wilayah Kalimantan Barat serta Kalimantan Tengah yang mengalami penyusutan jumlah titik panas secara konsisten.

Walaupun indikator performa di lapangan menunjukkan sinyal positif, pimpinan kementerian mengingatkan jajarannya agar tidak menurunkan tingkat kewaspadaan operasional.

Periode bulan September diprediksi akan menjadi fase yang jauh lebih menantang akibat puncak dari fenomena anomali cuaca El Nino di wilayah Indonesia.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung