Berita, Nasional

Menkeu Absen Konferensi Pers, APBN Tekor Rp240,1 T, Maret 2026 Tembus 0,93 Persen PDB

Repelita.id

30 April 2026 23:02 WIB

Menkeu Absen Konferensi Pers,  APBN  Tekor Rp240,1 T,   Maret 2026 Tembus 0,93 Persen PDB
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tidak menggelar konferensi pers pemaparan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk periode Maret 2026 seperti yang biasa dilakukan pada bulan-bulan sebelumnya.

Informasi resmi mengenai kondisi keuangan negara justru disampaikan melalui siaran pers tertulis yang dirilis oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia pada Rabu, 30 April 2026.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, agenda konferensi pers APBN KiTa yang semula dijadwalkan berlangsung pada tanggal 29 April 2026 juga batal digelar secara mendadak tanpa penjelasan lebih lanjut dari pihak kementerian.

Dalam siaran pers tersebut, Kementerian Keuangan menyebut bahwa kinerja APBN hingga Triwulan I tahun 2026 tetap menunjukkan ketahanan yang cukup baik di tengah dinamika geopolitik global yang penuh tantangan.

"Di tengah dinamika situasi geopolitik global yang penuh tantangan, hingga Triwulan I 2026, kinerja APBN tetap resilien dengan pendapatan yang tumbuh, belanja yang ekspansif, serta defisit dan pembiayaan yang terkendali," tulis Kemenkeu dalam siaran pers resminya.

Pemerintah juga menegaskan bahwa APBN terus berperan sebagai instrumen utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal yang semakin meningkat.

"APBN terus hadir menjaga daya tahan ekonomi nasional, mendukung masyarakat, serta memastikan agenda pembangunan berjalan konsisten," lanjut pernyataan tertulis tersebut.

Namun demikian, mengutip laporan APBN Maret 2026 yang dirilis secara daring, defisit APBN dalam tiga bulan pertama tahun ini nyaris mencapai angka 1 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Secara spesifik, defisit yang tercatat adalah sebesar 0,93 persen terhadap PDB dengan nilai nominal mencapai Rp240,1 triliun.

"APBN mencatatkan defisit Rp240,1 triliun atau 0,93 persen PDB," kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro, dalam keterangan tertulisnya.

Realisasi pendapatan negara hingga tanggal 31 Maret 2026 tercatat mencapai angka Rp574,9 triliun.

Jumlah tersebut setara dengan 18,2 persen dari total target pagu APBN yang telah ditetapkan untuk tahun 2026.

Sementara itu, realisasi belanja negara dalam periode yang sama telah mencapai Rp815 triliun.

Angka belanja tersebut setara dengan 21,2 persen dari keseluruhan pagu APBN tahun 2026 yang telah disepakati bersama Dewan Perwakilan Rakyat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung