Berita, Timur Tengah

Menlu Iran Abbas Araghchi Peringatkan UEA: Koalisi dengan Israel Tak Akan Melindungi dari Dampak Konflik Kawasan

Repelita.id

16 May 2026 15:47 WIB

Menlu Iran Abbas Araghchi Peringatkan UEA: Koalisi dengan Israel Tak Akan Melindungi dari Dampak Konflik Kawasan
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Pemerintah Iran secara terbuka melayangkan nota peringatan bernada keras kepada Uni Emirat Arab menyusul munculnya indikasi kuat mengenai keterlibatan aktif negara teluk tersebut dalam pusaran konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah.

Otoritas tertinggi Teheran memberikan penegasan geopolitik bahwa jalinan kemitraan strategis yang dibangun Abu Dhabi bersama Tel Aviv sama sekali tidak akan mampu menjadi perisai pelindung dari imbas destruktif pergolakan wilayah.

ADVERTISEMENT

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mendesak jajaran pengambil kebijakan di Uni Emirat Arab untuk mengalkulasi ulang arah diplomasi luar negeri mereka terhadap Teheran termasuk mengkaji ulang keharmonisan hubungan bilateral mereka dengan Israel.

Beliau memberikan argumen bahwa pilihan politis untuk berpihak pada kepentingan zionis dipastikan hanya akan memperkeruh sekaligus merusak tatanan stabilitas keamanan yang sedang diupayakan di kawasan.

Ketegasan sikap diplomasi dari perwakilan pemerintah Republik Islam Iran tersebut disebarluaskan secara resmi melalui saluran media sosial dengan kutipan "Koalisi dengan Israel (tidak akan melindungi UEA)," guna memperingatkan negara tetangganya.

Lebih lanjut, sang menteri menuding secara terang-terangan bahwa pihak Uni Emirat Arab telah ikut serta memfasilitasi jalannya operasi militer berskala besar guna merongrong kedaulatan Iran saat konfrontasi bersenjata antara Washington dan Tel Aviv tengah memuncak.

Kecurigaan mendalam dari internal Teheran mengenai netralitas semu Abu Dhabi sedari awal didasarkan pada sikap pasif otoritas setempat yang enggan melayangkan kecaman resmi atas agresi militer yang menerjang wilayah Iran pada tanggal 28 Februari yang lalu.

Kritik tajam mengenai posisi politik luar negeri Uni Emirat Arab tersebut dipaparkan secara gamblang oleh beliau lewat pernyataan langsung "Sejujurnya, UEA terlibat langsung dalam tindakan agresif terhadap negara saya. Saat agresi dimulai, mereka menahan diri untuk tidak mengutuk dan juga membiarkan wilayah mereka digunakan untuk serangan (terhadap Iran)," kepada publik global.

Gelombang ancaman diplomatik dari pihak Iran ini mencuat ke permukaan pascaadanya dokumen rahasia dari pihak intelijen barat yang mengonfirmasi keterlibatan terselubung militer Uni Emirat Arab dalam menyokong serangan udara taktis bersama komando tempur Amerika Serikat serta Israel.

Selain itu, Abbas Araghchi juga menyoroti kebenaran kabar mengenai adanya kunjungan diplomasi di bawah radar yang dilakukan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke wilayah Uni Emirat Arab saat eskalasi pertempuran sedang berada di titik tertinggi.

Menurut pandangan beliau, apabila data mengenai kedatangan rahasia tersebut terbukti valid, maka hal itu secara otomatis memperkuat bukti keterlibatan konkret dan kolaborasi Abu Dhabi dalam skenario yang menyudutkan posisi pertahanan Iran.

Sebelumnya, saluran resmi dari pihak Tel Aviv sempat mengonfirmasi bahwa Benjamin Netanyahu telah melakukan perjalanan kedinasan rahasia ke Uni Emirat Arab guna mengadakan pembicaraan khusus dengan Presiden Mohamed bin Zayed Al Nahyan di tengah kecamuk perang.

Kendati demikian, otoritas diplomatik Uni Emirat Arab dengan sigap melayangkan bantahan resmi atas rilis informasi kunjungan terselubung tersebut serta menyatakan bahwa segala bentuk komunikasi strategis dengan Israel selama ini selalu dikerjakan secara transparan tanpa ada yang disembunyikan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung