Berita, Internasional

Menlu Turki Peringatkan Israel: Setelah Iran, Netanyahu Mungkin Jadikan Ankara Musuh Berikutnya

Repelita.id

13 April 2026 21:52 WIB

Menlu Turki Peringatkan Israel: Setelah Iran, Netanyahu Mungkin Jadikan Ankara Musuh Berikutnya
Foto: Istimewa

Repelita Ankara - Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan memperingatkan pada Senin (13/4/2026) bahwa Israel mungkin memposisikan Ankara sebagai musuh berikutnya setelah Iran, seiring ketegangan antara kedua negara yang mencapai titik didih baru.

Fidan menyampaikan pernyataan tersebut kepada Anadolu Agency dengan menanggapi penargetan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan.

ADVERTISEMENT

“Netanyahu memiliki sikap yang rumit terhadap Erdogan dan tidak dapat mencernanya. Upaya penyeimbangan yang dilakukan Turki membuat kawasan ini berada pada titik di mana Israel tidak dapat menjatuhkan Turki. Situasi ini mendorong mereka ke dalam ketidakstabilan,” kata Fidan.

Dia mengatakan kebijakan regional Israel sangat bertentangan dengan kebijakan Turki di berbagai bidang termasuk Suriah, Gaza, dan Lebanon.

“Jika dilihat dari perspektif Suriah, Gaza, dan Lebanon, kebijakan ekstremis yang disebarkan Israel sangat bertentangan dengan Turki. Itu sebabnya mereka menyasar Turki. Kepemimpinan Erdogan dalam tatanan dunia dan lingkup pengaruh Turki menghalangi ilusi yang coba dibangun Israel,” katanya.

Fidan kemudian mengeluarkan peringatan paling tajamnya dengan menyatakan bahwa Israel tidak bisa hidup tanpa musuh setelah Iran.

“Setelah Iran, Israel tidak bisa hidup tanpa musuh. Kami melihat bahwa Netanyahu mungkin berusaha menetapkan Turki sebagai musuh baru,” tegas Fidan.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Turki melansir foto kunjungan Presiden Erdogan ke fasilitas militer pada Senin di tengah memanasnya saling serang komentar antara pihak Turki dan Israel.

Kementerian tersebut melampirkan gambar Erdogan memimpin sekelompok pejabat sipil dan militer dengan cuitan berbunyi, "Di sini, setiap orang punya suara sampai kami bersuara… dan sejarah adalah saksi terbaik."

Publikasi foto tersebut bertepatan dengan meningkatnya ketegangan menyusul serangan verbal Netanyahu dan beberapa menterinya terhadap Erdogan.

Serangan itu sebagai tanggapan atas pengumuman Ankara untuk menyiapkan dakwaan terhadap 35 warga Israel termasuk Netanyahu sehubungan dengan penargetan Armada Sumud Global yang hendak mematahkan pengepungan di Jalur Gaza.

Akhir pekan lalu, Netanyahu mengecam Turki dengan mengatakan Israel akan terus memerangi rezim Iran dan proksinya.

“Tidak seperti Erdogan yang mengakomodasi mereka dan membantai warga Kurdi sendiri,” ujar Netanyahu.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz juga menuduh Turki melakukan antisemitisme dan pengadilan palsu terhadap kepemimpinan politik dan militer Israel.

Menanggapi pernyataan Netanyahu, Kementerian Luar Negeri Turki menggambarkan PM Israel sebagai Hitler di zaman ini dan bahwa tujuannya adalah untuk menyabotase negosiasi perdamaian yang sedang berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat.

Omer Celik, juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan, mengatakan komentar Israel bertujuan untuk menyabotase perundingan damai di Pakistan, memicu kerusuhan di kalangan minoritas Kurdi, dan mengadu Turki melawan Iran.

Numan Kurtulmus, ketua parlemen Turki, menyebut Netanyahu sebagai pemimpin teroris dalam jaringan pembantaian dan teror abad ke-21.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung