Repelita [Jakarta] - Ketua DPC Partai Demokrat Kota Solo, Supriyanto, resmi menyatakan mundur dari kursi pimpinan partai tingkat daerah.
Keputusan tersebut diambil setelah ia merasa lelah berjuang sendirian menjaga eksistensi organisasi tanpa sokongan memadai dari pengurus pusat.
ADVERTISEMENT
Supriyanto menyebut beban operasional partai di wilayah sangat berat, terutama sejak Demokrat kehilangan kursi di DPRD Kota Solo pada Pemilu 2019.
Menurutnya, dinamika politik di Solo memerlukan dukungan finansial dan logistik besar, namun hal itu tidak kunjung datang dari jajaran Dewan Pimpinan Pusat.
"Dinamika politik sekarang membutuhkan finansial yang besar. Apalagi kami tidak punya anggota dewan, seharusnya ada bantuan untuk menguatkan jaringan dan mengembangkan organisasi. Selama ini kami benar-benar berjuang sendiri, pikiran, tenaga, finansial, waktu, semuanya kami keluarkan," jelas Supriyanto, Rabu (1/7/2026).
Keluhan tersebut sebenarnya sudah berulang kali disuarakan kepada pihak pengurus tingkat atas, namun tidak membuahkan hasil nyata.
Komunikasi dengan pihak DPD Jawa Tengah pun dilakukan, tetapi upaya tersebut tidak memberikan solusi yang mampu membuat Supriyanto bertahan memimpin partai.
"Sudah lama kami sampaikan, tetapi tidak pernah direalisasikan dalam bentuk dukungan yang baik. Akhirnya kami harus berjuang sendiri," lanjutnya.
Meski meninggalkan jabatan ketua, Supriyanto menegaskan dirinya tetap menjadi kader partai dan akan melakukan serah terima aset serta kantor ke pelaksana tugas mendatang.
Ia memilih untuk beristirahat dari dunia politik praktis guna memulihkan diri setelah dua dekade mengabdi dalam padatnya aktivitas partai di Kota Bengawan.
"Saya ingin istirahat dulu dari politik. Selama ini kegiatan partai luar biasa padat, banyak instruksi dari DPP, banyak kegiatan kemasyarakatan, ditambah Solo sering menjadi tujuan berbagai agenda nasional. Semua itu menjadi akumulasi yang akhirnya membuat saya mengambil keputusan ini supaya lebih plong," tutupnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok