Berita, Nasional

Meskipun Kamu Sakti, Jangan Suka Menjatuhkan, Jokowi Ingatkan Pejabat Tak Gunakan Kekuasaan Untuk Menjatuhkan Orang Lain Dan Berbicara Kasar

Repelita.id

30 August 2026 22:36 WIB

Meskipun Kamu Sakti, Jangan Suka Menjatuhkan, Jokowi Ingatkan Pejabat Tak Gunakan Kekuasaan Untuk Menjatuhkan Orang Lain Dan Berbicara Kasar
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Presiden ke-7 RI Joko Widodo menyampaikan nasihat mendalam kepada jemaah saat menghadiri agenda Maulid Nabi Muhammad SAW serta Haul ke-8 Al-Maghfurlah KH Musyafa Ali di Pondok Pesantren Al-Falah, Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu 29 Agustus 2026.

Mantan kepala negara tersebut membuka pandangannya dengan merespons gelombang tuduhan serta pandangan sinis yang kerap ditujukan kepada dirinya sepanjang berkarir di panggung politik nasional.

ADVERTISEMENT

Ia menilai dinamika perbedaan pandangan dan friksi merupakan hal yang lazim terjadi dalam pusaran kompetisi kepemimpinan.

"Bahwa banyak fitnah, banyak inaan, banyak cacian yang sampai ke saya. Ya karena ada yang senang, ada yang tidak senang tadi. Dan, biasa dalam politik," ujar Jokowi, dikutip Minggu (30/8/2026).

Meskipun kerap diterpa berbagai tuduhan, mantan Wali Kota Solo itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengedepankan kebajikan dalam menyikapi persoalan.

"Kalau bisa berbuat yang baik, kenapa kita harus berbuat yang jelek?," tukasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan pentingnya memegang etika kepemimpinan dengan mengutip falsafah Jawa yang diperolehnya dari ajaran tokoh agama setempat.

"Jadi ini sudah sering saya ulang-ulang mengenai tiga hal yang disampaikan oleh Pak Kiai Zulfan," Jokowi menuturkan.

Prinsip dasar yang ditekankan adalah larangan memanfaatkan pengaruh atau kekuatan besar untuk menghancurkan posisi pihak lain.

"Jadi, yang pertama, lamun siro sakti ojo mateni. Meskipun kamu sakti, jangan suka menjatuhkan atau membunuh," tambahnya.

Ia menegaskan kembali bahaya penyalahgunaan wewenang ketika seseorang sedang berada di puncak kekuasaan.

"Tidak boleh mentang-mentang kita punya kekuasaan yang besar, kemudian kita pakai untuk menjatuhkan orang. Itu hal yang tidak baik," imbuhnya.

Guna memperjelas pesan tersebut, Jokowi memberikan ilustrasi sikap pejabat di tataran birokrasi paling bawah agar tidak sewenang-wenang kepada warga.

"Termasuk Bapak Ibu semuanya juga, jangan seperti itu mentang-mentang jadi lurah kemudian ke rakyatnya bakbuk, bakbuk, bakbuk," ucapnya.

Sikap arogan serta tutur kata yang terkesan kasar dinilai amat tidak layak diperlihatkan oleh pemegang mandat pemerintahan.

"Sering ngendiko kasar ke rakyat, gak boleh. Karena kekuasaan itu hanya sementara. Kekuasaan itu hanya sampiran," tegasnya.

Mengakhiri penjelasannya, ia memeringatkan bahwa seluruh kedudukan struktural di dalam pemerintahan memiliki batasan waktu dan pasti akan berakhir.

"Jabatan itu hanya sampiran, itu yang harus diingat waktu kita memiliki kekuasaan," kuncinya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung