Repelita Jakarta - Politisi Partai Kebangkitan Bangsa Michael Sinaga memaparkan hasil temuan investigatif yang mengungkap adanya indikasi kejanggalan serius pada berkas ijazah luar negeri milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Melalui diskusi publik yang disiarkan oleh kanal YouTube Sentana TV pada hari Jumat tanggal 9 Oktober 2026, narasumber secara terperinci membedah dokumen kelulusan akademis dari University of Technology Sydney Insearch.
ADVERTISEMENT
Michael Sinaga menjelaskan tanda tanya besar mengenai keabsahan dokumen itu dengan menyatakan, "kalau Gibran itu sempat memperoleh diploma di UTS inserch seharusnya dia tidak memberikan certificate of attendance tapi memberikan ini," ujarnya.
Pihaknya menilai bahwa penyerahan dokumen jenis lembar kehadiran tersebut secara hukum menunjukkan ketidakselesaian proses akademis yang bersangkutan pada lembaga pendidikan jenjang diploma di Australia.
"kalau dia memberikan certificate of attendance itu tandanya dia tidak selesai tidak selesai aja lah Pak tidak lulus... nah dia tidak selesai dan tidak lulus dan tidak mendapatkan ini," kata Michael Sinaga secara gamblang.
Kejanggalan administratif ini dinilai kian rumit lantaran dokumen kehadiran yang belum tuntas tersebut justru digunakan untuk proses konversi nilai akademik menuju lembaga perguruan tinggi di negara tetangga.
Narasumber menjelaskan alur perpindahan studi tersebut melalui kalimat, "ingin untuk supaya mata kuliahnya itu bisa tidak usah diambil lagi di negara baru dikonversi yaitu di Singapura di MDIS sehingga Gibran itu mengkonversi," ucapnya.
Michael Sinaga mempertanyakan keputusan logis dari sang pejabat publik yang lebih memilih menyetarakan dokumen strata satu dari University of Bradford ketimbang menyetarakan berkas tingkat diploma miliknya.
"lalu dia katanya menyelesaikan advance diploma dan S1 pertanyaan kita kalau memang dia punya advance diploma yang saya sudah punya contohnya kenapa dia tidak menyetarakan itu saja kan sama-sama diploma," tuturnya penuh tanya.
Politisi tersebut menyimpulkan adanya cacat logika yang nyata dalam proses penyetaraan berkas pendidikan formal tersebut, yang diperparah dengan tidak dicantumkannya gelar akademik resmi pada nama jabatan publik.
Michael Sinaga menutup pemaparannya dengan menegaskan komitmennya untuk terus mengusut keanehan dokumen kelulusan ini melalui pernyataan tegas, "sebelum saya nanti bongkar tentang pendidikan S1-nya Gibran dari riset kami bersama-sama satu komunitas katakanlah investigatif," ucapnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok