Berita, Internasional

Militer AS - Israel Tak Berdaya Hadapi Iran, Analis Rusia: Ini Kekalahan Paling Memalukan Sepanjang Sejarah Amerika??

Repelita.id

23 April 2026 17:10 WIB

Militer AS - Israel Tak Berdaya Hadapi Iran, Analis Rusia: Ini Kekalahan Paling Memalukan Sepanjang Sejarah Amerika??
Foto: Istimewa

Repelita Moskow - Seorang analis militer Rusia bernama Vasili Zaitsev dengan tegas menyatakan bahwa militer Amerika Serikat dan Israel sama sekali tidak berdaya saat menghadapi perlawanan Iran.

Dalam pernyataannya yang dikutip Al Jazeera, Zaitsev menyebut bahwa kekalahan yang dialami oleh gabungan pasukan AS-Israel dalam perang melawan Iran adalah yang paling memalukan sepanjang sejarah Amerika.

ADVERTISEMENT

"Militer AS dan Israel tak berdaya menghadapi Iran. Ini adalah kekalahan paling memalukan dalam sejarah Amerika," ujar Zaitsev dalam artikelnya di surat kabar Rusia Gazeta pada Rabu (22/4).

Ia menjelaskan bahwa Amerika Serikat memasuki perang dengan janji-janji besar untuk menggulingkan rezim Iran dan merebut uranium yang telah diperkaya oleh Teheran.

Namun menurut Zaitsev, perang yang dilancarkan dengan penuh percaya diri itu berakhir tanpa tercapainya satu pun tujuan yang telah dijanjikan kepada publik Amerika.

Iran tidak hancur seperti yang diprediksi oleh para jenderal dan analis Pentagon, melainkan justru keluar dari medan perang dengan kemampuan yang semakin kuat.

Zaitsev bahkan menyamakan kekalahan AS ini dengan momen memalukan yang secara historis dikenal sebagai krisis Suez yang dialami Inggris pada tahun 1956.

Inggris dulu secara militer berhasil menang melawan Mesir namun akhirnya kalah secara politik setelah dipaksa mundur oleh Amerika Serikat saat itu.

Kini giliran Amerika Serikat yang mengalami nasib serupa setelah dipaksa mundur oleh ketangguhan perlawanan Iran di berbagai lini pertempuran.

Zaitsev menambahkan bahwa penghinaan terbesar bagi Washington tidak hanya terletak pada kegagalan mencapai tujuan perang tetapi pada mundurnya pasukan AS itu sendiri.

Presiden Donald Trump yang sebelumnya dengan lantang mengancam akan menghancurkan infrastruktur Iran justru memilih gencatan senjata di saat seharusnya membuktikan ancamannya.

Keputusan mundur dan meminta gencatan senjata ini dinilai Zaitsev sebagai bukti nyata bahwa militer AS tidak lagi memiliki kekuatan untuk melanjutkan perang.

Iran disebut berhasil membuktikan kepada dunia bahwa ancaman militer Amerika dapat ditahan dengan perlawanan rakyat dan strategi perang asimetris yang jitu.

Zaitsev menekankan bahwa siapa pun yang mampu bertahan lama melawan Washington pada akhirnya dapat memaksakan syarat-syaratnya sendiri kepada Amerika Serikat.

Ia mengutip fakta bahwa tekanan Iran melalui Selat Hormuz terus berlanjut meskipun gencatan senjata telah diumumkan oleh Trump beberapa waktu lalu.

Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia masih sepenuhnya berada di bawah kendali operasional militer Iran hingga saat ini.

Selain itu, Zaitsev juga menyoroti kegagalan total gencatan senjata dalam menurunkan harga minyak global yang melambung tinggi akibat konflik berkepanjangan.

"Teheran tidak hanya bertahan tetapi keluar dalam posisi lebih baik. Iran berhasil memaksakan syarat-syaratnya kepada AS," tulis Zaitsev dengan nada mengagumi.

Ia menyimpulkan bahwa petualangan militer gabungan AS-Israel di Iran berakhir dengan kegagalan yang sangat memalukan bagi kedua negara tersebut.

Bahkan Zaitsev dengan berani menyebut perang ini sebagai kekalahan strategis paling memalukan sepanjang sejarah Amerika Serikat sebagai negara adidaya.

Dalam penutupnya yang penuh sarkasme, Zaitsev mengatakan bahwa Trump mungkin akan tetap merayakan apa yang terjadi sebagai kemenangan meskipun fakta berkata lain.

Ia menyebut bahwa Presiden AS itu kemungkinan besar tidak akan pernah mengakui secara terbuka bahwa militer negaranya telah dikalahkan oleh Iran.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung