Berita, Nasional

Minggu Prabowo panggil 6 menteri ke Kertanegara, Senin demo besar masih berlanjut kepung Jakarta

Repelita.id

15 June 2026 21:01 WIB

Minggu Prabowo panggil 6 menteri ke Kertanegara, Senin demo besar masih berlanjut kepung Jakarta
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Ibu kota hari ini masih dirundung gelombang aksi unjuk rasa besar-besaran yang digelar oleh berbagai elemen mahasiswa.

Konsolidasi massa yang masif membuat sejumlah titik strategis seperti kawasan Istana Negara dan Bundaran HI menjadi pusat perhatian.

ADVERTISEMENT

Para demonstran dari berbagai universitas dan aliansi organisasi turun ke jalan secara serentak untuk menyuarakan tuntutan mereka.

Aksi ini terpantau telah direncanakan dan disebarluaskan secara luas melalui pamflet digital di media sosial sejak akhir pekan lalu.

Di tengah situasi panas tersebut, Presiden Prabowo Subianto telah lebih dulu mengumpulkan jajaran menterinya di kediaman pribadi.

Pertemuan di Jalan Kertanegara pada Minggu (14/6/2026) tersebut menghadirkan tujuh pejabat penting kabinet merah putih.

Menteri yang dipanggil antara lain Rosan Roeslani, Bahlil Lahadalia, Purbaya Yudhi Sadewa, serta Brian Yuliarto.

Turut hadir Dony Oskaria, Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk membahas agenda strategis pemerintah.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut pertemuan itu diisi dengan laporan hasil kunjungan kerja Rosan ke berbagai negara.

Teddy menekankan, Presiden menerima laporan mengenai meningkatnya kepercayaan dunia internasional serta masuknya investasi ke sektor strategis nasional.

Presiden, kata Seskab, meminta Rosan untuk menyampaikan hasil kunjungannya tersebut secara terbuka kepada masyarakat.

Presiden juga memerintahkan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani agar data positif tersebut disampaikan kepada publik secara terbuka pada besok siang, Senin, 15 Juni 2026, di Istana Merdeka, sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan informasi yang utuh dan berbasis fakta kepada masyarakat.

Seiring dengan langkah pemerintah tersebut, eskalasi di lapangan terus berlangsung dengan tuntutan yang beragam dari kelompok mahasiswa.

Serikat Mahasiswa Universitas Paramadina menggelar aksi Reformasi Jilid II yang dimulai dari Gedung Nurcholish Madjid pada siang hari.

Front Mahasiswa Nasional bersama organisasi lainnya juga berkumpul di Bundaran HI untuk menyuarakan perbaikan hidup rakyat.

Sementara itu, BEM UBK membawa enam tuntutan utama, termasuk evaluasi Makan Bergizi Gratis dan peninjauan kembali UU Kepolisian.

Mereka juga menyoroti masalah stabilitas rupiah, kenaikan harga BBM, serta penegakan supremasi sipil di seluruh wilayah nasional.

Pihak kepolisian menyatakan telah bersiaga di lapangan untuk memastikan ketertiban tetap terjaga selama aksi demonstrasi berlangsung. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung