Repelita Teheran - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan tekadnya untuk membalas dendam atas kematian ayahnya, mendiang Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.
“Iran akan membalas setiap serangan yang ditujukan kepadanya, dan akan membawa pengelolaan Selat Hormuz ke fase baru. Iran bertekad membalas kematian Pemimpin Tertinggi serta para martirnya,” demikian pernyataan Mojtaba yang dibacakan di televisi pemerintah pada Sabtu (11/4/2026).
ADVERTISEMENT
Dalam pernyataan resmi terkait situasi perang saat ini, ia menegaskan bahwa Iran tidak mencari perang tetapi juga tidak akan menyerahkan hak-haknya sebagai negara berdaulat.
Ia juga menekankan bahwa semua front perlawanan dianggap sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam menghadapi agresi musuh.
Mojtaba turut mengimbau masyarakat Iran untuk tidak berinteraksi dengan media yang diduga didukung oleh pihak musuh Amerika Serikat dan Israel.
Situasi ini terjadi di tengah gencatan senjata sementara antara AS dan Iran yang mulai goyah akibat serangan Israel ke Lebanon.
Serangan Israel menjadikan hari Rabu (8/4/2026) sebagai hari paling mematikan di Lebanon sejak perang dimulai, dengan lebih dari 300 orang tewas.
Iran memperingatkan akan memberikan respons keras jika serangan terhadap Lebanon tidak segera dihentikan oleh Israel.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa negaranya akan terus menyerang Hizbullah hingga keamanan di wilayah utara Israel pulih.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok