Repelita Jakarta - Muhammad Abduh Negara, seorang pengamat politik, menulis analisis panjang mengenai perjalanan karir Amien Rais yang dulu berhasil melengserkan dua presiden namun kini kesulitan melawan kekuasaan.
Amien Rais pada tahun 1998 berhasil melengserkan Presiden Suharto karena memiliki modal intelektual dan pengaruh besar di tengah mahasiswa serta akademisi.
ADVERTISEMENT
Ia juga memiliki gerbong organisasi massa yang besar serta didukung oleh kondisi sosial, politik, dan terutama ekonomi yang memang memaksa Suharto untuk lengser, tulis Muhammad Abduh Negara.
Amien Rais juga berhasil melengserkan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur karena posisi politiknya saat itu sangat kuat sebagai Ketua MPR.
Ia didukung oleh kekuatan Poros Tengah plus PDIP yang mendapatkan keuntungan besar dengan lengsernya Gus Dur yang membuat Megawati naik menjadi presiden, jelas Muhammad Abduh Negara.
Hal itu dikuatkan pula dengan berbagai kebijakan Gus Dur yang dinilai terlalu nyeleneh dan sulit diterima oleh para politisi pada zamannya.
Saat ini Amien Rais yang dijuluki sebagai Bapak Reformasi itu hanya memiliki sisa semangat di usia tua menurut pengamatan Muhammad Abduh Negara.
Ia tidak lagi memiliki berbagai kekuatan dan dukungan sebagaimana yang ia miliki di masa lalu.
Karena itu wajar sekali jika beliau tidak berhasil melawan Jokowi lalu Prabowo dan Teddy Indra Wijaya saat ini, ujar Muhammad Abduh Negara.
Tambah disayangkan lagi orang-orang yang hanya melihat kiprah beliau saat ini mungkin hanya melihatnya sebagai kakek-kakek yang terlalu cerewet.
Mereka tidak melihat Amien Rais sebagai sosok terpenting yang berhasil meruntuhkan Orde Baru dan menjadi lokomotif reformasi Indonesia.
Pada masanya Amien Rais memiliki kapasitas intelektual, keberanian, dan kemampuan berpolitik yang sangat hebat menurut Muhammad Abduh Negara.
Kekurangannya hanyalah karena ia dan partainya tidak didukung oleh mayoritas akar rumput.
Akibatnya ia gagal menjadi Rais yang Amien atau presiden yang amanah sesuai dengan cita-cita reformasi.
Muhammad Abduh Negara menyebut ada sosok politisi saat ini yang sangat mirip dengan Amien Rais di masa lalu.
Politisi tersebut memiliki kapasitas intelektual, ketajaman politik, dan keberanian yang mumpuni.
Namun sampai saat ini sosok tersebut belum diminati oleh mayoritas akar rumput.
Ia mungkin belum memiliki banyak modal untuk menghamburkan bantuan sosial agar akar rumput mau memilihnya demikian tulis Muhammad Abduh Negara mengakhiri analisisnya.
Hal ini menjadi refleksi bahwa perjuangan politik tidak hanya membutuhkan intelektual dan keberanian tetapi juga dukungan massa yang luas.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok