Berita, Nasional

Muslim Arbi Bandingkan Gaya Kepemimpinan Prabowo dengan Mahathir Mohamad

Repelita.id

15 June 2026 17:57 WIB

Muslim Arbi Bandingkan Gaya Kepemimpinan Prabowo dengan Mahathir Mohamad
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, membedah perbandingan kepemimpinan antara mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dengan Presiden Prabowo Subianto dalam konteks pembangunan bangsa.

Muslim menggambarkan perjalanan panjang Mahathir yang sukses membangun Malaysia menjadi kekuatan ekonomi Asia melalui pemikiran visioner yang dituangkan dalam buku The Malay Dilemma.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, ia menilai Prabowo Subianto yang kini memimpin Indonesia tengah berupaya mewujudkan ide-ide besar yang pernah ditulis dalam buku Paradoks Indonesia.

Karya tulis Prabowo tersebut memuat kritik tajam mengenai kondisi kekayaan sumber daya alam tanah air yang selama ini belum memberikan kesejahteraan maksimal bagi seluruh rakyat.

Saat ini, pemerintahan Prabowo menghadapi tantangan besar dalam upaya memperkuat devisa negara dan membangkitkan perekonomian nasional melalui pemberlakuan Pasal 33 UUD 1945.

Kebijakan tersebut dinilai mengganggu kenyamanan kelompok elit yang selama ini menikmati keuntungan ekonomi dari sistem yang ada.

Muslim mencatat keluhan Prabowo dalam Munas HIPMI di Lampung terkait beratnya tanggung jawab memimpin negara sebagai bukti nyata adanya tekanan dari berbagai pihak.

Lu kira jadi Presiden gampang?, ucap Prabowo sebagaimana dikutip dalam tulisannya.

Lebih lanjut, Muslim berpendapat bahwa selain memperkuat ekonomi dengan konstitusi, sistem politik nasional juga perlu ditata ulang agar selaras dengan cita-cita proklamasi.

Ekonomi dan politik ibarat dua muka dari satu mata uang, katanya.

Menurutnya, efektivitas perekonomian nasional akan terhambat jika tidak dibarengi dengan keselarasan arah politik bernegara yang berlandaskan pada UUD 1945.

Analisis ini muncul di tengah dugaan adanya upaya penggoyangan posisi pemerintahan oleh kelompok oligarki atau kekuatan politik yang merasa terancam dengan kebijakan pro rakyat.

Muslim menilai buku Paradoks Indonesia harus mampu menjadi jawaban konkret dalam mencari solusi permasalahan bangsa, layaknya kesuksesan Mahathir dalam membawa kemajuan bagi Malaysia.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung