Repelita Jakarta - Tanggapan tajam kembali dialamatkan kepada kepala negara menyusul pernyataan kontroversial yang menyinggung kalangan cendekiawan serta pakar akademis di ruang publik.
Sorotan tersebut salah satunya datang dari Menteri Sosial dan Layanan Dasar Kabinet Bayangan Nabiyla Risfa Izzati yang melayangkan kritik pedas atas insiden tersebut.
ADVERTISEMENT
Pernyataan kepala negara yang memicu polemik itu dilontarkan saat menghadiri acara puncak perayaan hari ulang tahun ke-28 Partai Amanat Nasional.
Agenda politik yang dihelat di Jakarta International Convention Center tersebut diselenggarakan tepat pada hari Jumat, 18 September 2026.
Nabiyla Risfa Izzati tidak hanya mengecam isi pidato kenegaraan tersebut, melainkan turut menyoroti reaksi para simpatisan serta kader partai yang hadir di lokasi acara.
Ia merasa terkejut mendapati respons para audiens yang justru menyambut lontaran kata-kata kasar kepala negara dengan gelak tawa dan sambutan meriah.
Melalui tanggapan kritisnya, Nabiyla Risfa Izzati mengungkapkan kepedihan publik dengan menyatakan, Presiden pidato ngatain pakar “goblok”, terus malah dikasih tepuk tangan meriah sambil diteriakin Prabowo! Prabowo!
Lebih lanjut, pengamat kebijakan publik tersebut menilai respons penonton di ruangan itu menjadi refleksi nyata atas kelesuan perbaikan struktural di tanah air.
Kritik terhadap mandeknya progres pembangunan nasional selama dua tahun masa kepemimpinan diungkapkan Nabiyla Risfa Izzati dengan menegaskan, Pantesan udah dua tahun nggak membaik tapi malah makin-makin.
Sebelum melontarkan sindiran keras kepada para cendekiawan, kepala negara sempat menegaskan bahwa cita-cita mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur merupakan ikrar suci pribadinya.
Komitmen personal tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto lewat ucapan yang menegaskan, Saya bersumpah ingin melihat Indonesia sejahtera, itu sumpah saya.
Namun di tengah pidatonya, Kepala Negara mengarahkan kritik tajam kepada para pengamat independen yang dinilai kerap mengeluarkan analisis melenceng dari realitas di lapangan.
Sindiran pedas kepada kaum intelektual tersebut dipertegas Presiden Prabowo Subianto dengan menyatakan, Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar, saking pintarnya jadi goblok.
Selepas menyampaikan kalimat kontroversial itu, Presiden Prabowo Subianto sempat berkelakar bahwa berbicara di hadapan kelompok pendukung setia memberikan kenyamanan tersendiri tanpa kekhawatiran distorsi informasi (*)
Editor: 91224 R-ID Elok