Berita, Timur Tengah

NATO Tolak Blokade Selat Hormuz, Inggris dan Spanyol Sebut Kebijakan Trump Tak Masuk Akal

Repelita.id

14 April 2026 17:39 WIB

NATO Tolak Blokade Selat Hormuz, Inggris dan Spanyol Sebut Kebijakan Trump Tak Masuk Akal
Foto: Istimewa

Repelita London - Alih-alih mendapat dukungan, para sekutu Amerika Serikat yang tergabung dalam Aliansi NATO justru ramai-ramai menolak untuk ikut serta memblokade Selat Hormuz setelah Presiden Donald Trump mengumumkan penutupan akan dimulai pada Senin, 13 April 2026.

Inggris sebagai salah satu negara anggota NATO menegaskan tidak akan bergabung dalam rencana Trump di tengah eskalasi ketegangan antara AS dengan Iran yang semakin memanas.

ADVERTISEMENT

Pemerintah Inggris menyatakan tetap berkomitmen menjaga keterbukaan jalur pelayaran vital tersebut karena sangat dibutuhkan untuk stabilitas ekonomi global dan biaya hidup domestik menurut pernyataan juru bicara pemerintah Kerajaan Inggris.

London juga menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak boleh dikenakan pungutan pajak sepihak seperti yang direncanakan Iran dengan nilai 2 juta dolar AS per kapal.

Kami segera bekerja sama dengan Prancis dan mitra lainnya untuk membentuk koalisi luas guna melindungi kebebasan navigasi, lanjut juru bicara pemerintah Inggris.

Hal ini menandai perbedaan pendekatan yang kian jelas antara Inggris dan Amerika Serikat, dimana Washington mendorong langkah militer melalui blokade sementara Inggris memilih jalur kerjasama multilateral.

Spanyol juga menyatakan bahwa blokade angkatan laut di Selat Hormuz yang diumumkan oleh Trump disebut tidak masuk akal dan dinilai sebagai episode lain dalam spiral penurunan yang telah dialami bersama.

Saya juga berpikir itu sesuatu yang tidak masuk akal, ini satu lagi episode dalam spiral penurunan yang telah kita alami, kata Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles kepada AFP.

Turki menyerukan agar Selat Hormuz harus dibuka sesegera mungkin dan negosiasi dengan Iran harus dilakukan dengan menggunakan metode persuasif.

Metode persuasif harus digunakan dan selat harus dibuka sesegera mungkin, kata Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan kepada kantor berita Anadolu.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung