Berita, Internasional

Negosiasi Buntu, Trump Ancam Blokade Selat Hormuz dan Hina Paus: Saya Tak Butuh Kritikmu

Repelita.id

14 April 2026 20:12 WIB

Negosiasi Buntu, Trump Ancam Blokade Selat Hormuz dan Hina Paus: Saya Tak Butuh Kritikmu
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Situasi tegang antara Amerika Serikat dan Iran masih terus berlangsung dan semakin panas setiap harinya, dengan Presiden Donald Trump memberikan ancaman akan melakukan blokade total terhadap Selat Hormuz serta seluruh pelayaran menuju pelabuhan Iran.

Ancaman ini dilontarkan usai negosiasi damai AS dan Iran yang digelar di Islamabad, Pakistan pada Sabtu, 11 April 2026 berakhir buntu tanpa kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.

ADVERTISEMENT

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pasukannya bakal menerapkan blokade terhadap semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar pelabuhan Iran, mulai Senin, 13 April 2026 pukul 10 pagi waktu setempat.

Dalam pernyataannya di platform X, CENTCOM menyatakan bahwa blokade tersebut akan diberlakukan secara imparsial terhadap kapal-kapal dari semua negara yang masuk atau keluar dari pelabuhan dan pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan di Teluk Arab dan Teluk Oman.

CENTCOM memastikan pasukan AS tidak akan menghalangi kebebasan navigasi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju dan dari pelabuhan negara non-Iran.

Di sisi lain, Presiden Trump juga melontarkan komentar pedas kepada pemimpin Gereja Katolik sedunia, Paus Leo XIV, karena tidak terima dikritik atas kebijakannya terhadap Iran hingga Venezuela.

Dalam unggahan di platform Truth Social pada Minggu, 12 April 2026 malam, Trump menulis bahwa ia tidak menginginkan seorang Paus yang berpikir bahwa tidak apa-apa bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir.

Saya juga tidak menginginkan seorang Paus yang berpikir bahwa sangat buruk bahwa Amerika menyerang Venezuela, sebuah negara yang mengirimkan sejumlah besar narkoba ke Amerika Serikat, tulis Trump.

Ia juga menyoroti bahwa Venezuela mengosongkan penjara mereka, termasuk para pembunuh, pengedar narkoba, dan penjahat ke negara Amerika.

Trump menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak membutuhkan kritikan atas apa yang dilakukannya saat ini karena ini persis apa yang menjadi tujuan terpilihnya, yakni menetapkan angka kejahatan terendah sepanjang sejarah Amerika Serikat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung