Berita, Timur Tengah

Netanyahu Kecut dan Sedih Tentara Israel Rusak Patung Yesus, Janji Tindakan Tegas dan Minta Maaf ke Umat Kristen

Repelita.id

21 April 2026 17:54 WIB

Netanyahu Kecut dan Sedih Tentara Israel Rusak Patung Yesus, Janji Tindakan Tegas dan Minta Maaf ke Umat Kristen
Foto: Istimewa

Repelita Tel Aviv - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan keterkejutannya yang mendalam setelah beredar foto seorang tentara Israel yang tertangkap kamera sedang merusak patung Yesus Kristus di Lebanon selatan.

Ia menegaskan bahwa akan ada tindakan keras terhadap pelaku yang telah mencoreng nama baik militer Israel.

ADVERTISEMENT

Gambar yang menyebar luas di berbagai platform media sosial, yang kemudian dikonfirmasi keasliannya oleh militer Israel, memperlihatkan seorang tentara menggunakan palu godam untuk memukul kepala patung Yesus.

Patung tersebut diketahui berada di desa Kristen Debl, Lebanon selatan, tidak jauh dari perbatasan Israel dengan Lebanon.

Pemerintah setempat mengatakan kepada AFP bahwa mereka belum dapat memastikan sejauh mana kerusakan yang ditimbulkan oleh aksi tersebut.

“Saya terkejut dan sedih mengetahui bahwa seorang tentara IDF merusak ikon keagamaan Katolik di Lebanon selatan,” tulis Netanyahu di akun X miliknya.

“Saya mengutuk tindakan tersebut dengan sekeras-kerasnya. Otoritas militer sedang melakukan penyelidikan kriminal atas masalah ini dan akan mengambil tindakan disiplin yang sesuai dan tegas terhadap pelaku,” tambahnya.

Militer Israel, Israel Defense Forces, menyatakan telah memverifikasi bahwa foto tersebut asli dan menunjukkan seorang tentara Israel yang sedang beroperasi di Lebanon selatan.

Dalam pernyataan resmi di akun X, militer menegaskan bahwa mereka memandang insiden itu dengan sangat serius.

“Perilaku tentara tersebut sama sekali tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diharapkan dari pasukannya,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Militer menambahkan bahwa tindakan yang sesuai akan diambil terhadap mereka yang terlibat tanpa merinci lebih jauh.

Mereka juga menyebut sedang bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk mengembalikan patung tersebut ke tempat semula.

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, turut mengutuk kejadian itu dan menyebutnya sebagai tindakan yang memalukan dan tercela.

“Saya yakin bahwa tindakan tegas yang diperlukan akan diambil terhadap siapa pun yang melakukan tindakan keji ini,” tulisnya di X.

“Kami meminta maaf atas insiden ini dan kepada setiap umat Kristen yang perasaannya terluka,” lanjut Saar.

Lebanon terseret ke dalam konflik Timur Tengah pada awal Maret ketika kelompok bersenjata Hizbullah meluncurkan roket ke arah Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Iran.

Israel kemudian membalas dengan serangan besar-besaran di berbagai wilayah Lebanon dan melakukan invasi ke bagian selatan negara tersebut.

Pasukan Israel hingga kini masih berada di Lebanon selatan meskipun gencatan senjata antara kedua negara mulai berlaku pada hari Jumat lalu.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung