Berita, Timur Tengah

Netanyahu vs Dunia: PM Israel Tegaskan Lanjut Perang, Iran Siapkan Respons Militer Besar-besaran

Repelita.id

10 April 2026 14:58 WIB

Netanyahu vs Dunia: PM Israel Tegaskan Lanjut Perang, Iran Siapkan Respons Militer Besar-besaran
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa perang melawan Iran dan sekutunya akan terus berlanjut meskipun gencatan senjata dua minggu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pada Selasa (8/4), Netanyahu menyebut jeda pertempuran saat ini bukanlah akhir dari kampanye militer Israel melawan kekuatan Iran di kawasan.

ADVERTISEMENT

"Biarkan saya memperjelas ini, kami masih memiliki tujuan yang harus diselesaikan dan kami akan mencapainya baik melalui kesepakatan maupun melalui perang kembali," ucap Netanyahu dengan tegas.

Ia juga menyatakan bahwa jari Israel tetap berada di atas pelatuk dan siap kembali bertempur setiap saat jika diperlukan.

Sementara itu, Iran merespons pernyataan Netanyahu dengan menyiapkan respons militer besar-besaran jika serangan kembali dilancarkan.

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei yang muncul usai dirumorkan kritis menyampaikan bahwa pihaknya tidak memulai perang namun akan mempertahankan hak-haknya.

Ia menegaskan Iran akan menempuh jalur diplomasi dalam negosiasi yang dijadwalkan di Pakistan, namun tetap dalam posisi siaga penuh.

"Kami tentu tidak akan membiarkan para agresor kriminal yang menyerang negara kami lolos dari hukuman," tegas Khamenei yang disiarkan melalui stasiun televisi pemerintah Iran.

Terkait Selat Hormuz, Khamenei menyebut jalur strategis tersebut akan memasuki fase baru sebagai bagian dari respons Iran terhadap agresi.

Sebelumnya, Israel melancarkan serangan udara paling intens ke Lebanon pada Kamis (9/4) dengan menjatuhkan lebih dari 160 bom hanya dalam 10 menit.

Serangan yang dinamakan Operasi Kegelapan Abadi itu menewaskan sedikitnya 303 orang dan melukai 1.150 lainnya menurut laporan Al Jazeera.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan klaim Israel bahwa Lebanon tidak tercakup dalam gencatan senjata adalah salah.

Kanselir Jerman Friedrich Merz juga memperingatkan bahwa keganasan Israel dalam berperang dapat menyebabkan proses perdamaian secara keseluruhan gagal.

Iran beranggapan bahwa kesepakatan gencatan senjata mencakup Lebanon, sementara Amerika Serikat dan Israel menegaskan sebaliknya.

Wakil Presiden AS JD Vance menyebut perbedaan ini sebagai kesalahpahaman dalam proses negosiasi yang kompleks.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung