Repelita [Jakarta] - Sorotan publik di media sosial mengemuka terkait perbandingan perlakuan hukum terhadap aset milik tersangka korupsi dengan tindakan pemblokiran terhadap rekening milik warga yang vokal.
Netizen menyampaikan kritik tajam terhadap standar ganda yang dinilai diterapkan oleh pihak berwenang.
ADVERTISEMENT
Melalui unggahan @jaketkulitra
, dituliskan sindiran mengenai sikap kehati-hatian penegak hukum.
"šASET KORUPTOR VS ASET RAKYAT šø
Aset koruptor: āHati-hati⦠mengingat HAM⦠kepastian hukum duluā¦ā
Aset warga berani vokal: Langsung diblokir. Tanpa rapat. Tanpa pertimbangan.
Ternyata ākehati-hatianā cuma berlaku buat yang punya duit hasil korupsi. š"
Unggahan tersebut menuai beragam tanggapan dari para pengguna media sosial lainnya.
Akun @dun.geonman
menuliskan tanggapannya terkait solusi perbankan.
"Solusi? menampilkan dana keluar dari bank BUMN (Mandiri, BNI, BRI, BTN), cari bank swasta aja yg profesional, misal BCA."
Sementara itu akun @odd_new
turut menyampaikan pandangannya.
"Pejabat ngmng hati2 aja udh janggal š"
Pengguna lain melalui akun @fianstanley
memberikan komentarnya mengenai lembaga perbankan.
"Bank Mandiri jauh gak sih dari kemacetan massa aksi? mrk jg perlu diberi pelajaran." (*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads