Berita, Viral Sosmed

Netizen Sentil Pemangkasan Anggaran MBG: “Kalau Membebani Ekonomi, Kenapa Dipaksakan Terus?”

Repelita.id

20 May 2026 14:23 WIB

Netizen Sentil Pemangkasan Anggaran MBG: “Kalau Membebani Ekonomi, Kenapa Dipaksakan Terus?”
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kebijakan alokasi keuangan untuk agenda strategis nasional kembali mengalami penyesuaian setelah Bendahara Negara mengumumkan adanya langkah rasionalisasi jilid lanjutan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa otoritas eksekutif tengah menyusun skema pemangkasan pengeluaran demi memastikan efisiensi pada pos belanja program Makan Bergizi Gratis (MBG).

ADVERTISEMENT

Berdasarkan laporan nota keuangan terbaru, penyerapan dana untuk pemenuhan nutrisi pelajar tersebut dinilai sudah berjalan sesuai koridor persentase yang ditetapkan oleh kementerian terkait.

“Penghematan-penghematan tertentu sesuai ketentuan Presiden sehingga dana BGN bisa dipakai lebih efisien. Nanti ada penghematan lebih lanjut,” kata Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat pada Selasa (19/5/2026).

Langkah pengetatan ikat pinggang ini sebelumnya sudah diimplementasikan oleh bendahara negara menyusul adanya instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto guna menghindari defisit fiskal yang berlebihan.

Melalui perhitungan ulang tersebut, pagu anggaran awal yang bernilai ratusan triliun rupiah kini berhasil dipangkas ke angka yang dinilai lebih realistis bagi ketahanan kas negara.

Meskipun terjadi pengurangan nominal belanja, pihak kementerian masih enggan memaparkan secara mendetail mengenai klaster mana saja yang akan terkena dampak pemotongan operasional susulan tersebut.

Pihak otoritas hanya memberikan garansi bahwa pembenahan internal ini sama sekali tidak akan menurunkan kualitas serta target capaian distribusi pangan sehat bagi seluruh siswa.

Hingga periode triwulan pertama tahun berjalan, serapan dana puluhan triliun rupiah tersebut diklaim telah tersalurkan secara masif kepada puluhan juta penerima manfaat di berbagai daerah.

Guna menopang kelancaran distribusi logistik dan pemenuhan standar kalori, pemerintah juga telah mengaktifkan puluhan ribu unit satuan lembaga pengawas pangan di tingkat regional.

Atas dasar kalkulasi teknis tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak melayangkan vonis negatif atau menyalahkan program prioritas ini karena proses pembenahan sistem penyerapan anggaran masih terus berjalan.

"Jadi jangan nyalah-nyalahin MBG lagi, Presiden (Prabowo) sedang memperbaiki manajemen MBG dan cara mereka membelanjakan uang," jelas Purbaya yang menegaskan keterbukaan kabinet terhadap kritik membangun.

Langkah pembatasan serta kalkulasi ketat ini rupanya memicu gelombang respons serta beragam tanggapan kritis dari para pengguna platform media sosial digital.

Dalam sebuah unggahan interaksi warga net yang beredar luas, muncul beragam sindiran satire mengenai dinamika koordinasi di internal kementerian keuangan terkait pemotongan anggaran tersebut.

"Sri mulyani tertawa melihat prubaya.. wkwkw" tulis akun Uned Junaedi memberikan komentar bernada gurauan terhadap transisi kepemimpinan di instansi keuangan negara tersebut.

Selain komentar jenaka, muncul pula usulan konkret dari publik yang menyarankan penghentian sementara program tersebut guna menguji dampak riilnya terhadap stabilitas pasar domestik.

"Uji coba MBG di stop dlu 3 bulan, dampak masyarakat dan ke pasar bagus tidak. Klo positif tutup permanen wkwkwk" cetus akun Agung Noegraha memberikan pandangan alternatif yang cukup radikal.

Kekhawatiran mengenai potensi ancaman terhadap ruang fiskal dan ketahanan ekonomi jangka panjang juga menjadi poin krusial yang disuarakan oleh elemen masyarakat lainnya.

"Stop saja... Jangan terlalu memaksakan program yang mengancam perekonomian negara ini.." tegas akun Awan Silitonga Silitonga yang mendesak pemerintah agar lebih rasional dalam mengeksekusi janji politik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung