Repelita [Jakarta] - Besaran imbalan hadiah bagi pihak yang sanggup memperlihatkan ijazah tingkat SMA atau sederajat milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dilaporkan meroket tajam hingga menembus angka Rp1,05 miliar per tanggal 19 Agustus 2026. Perkembanan terkini tersebut dibeberkan oleh pakar hukum tata negara Denny Indrayana melalui akun Threads @dennyindrayana99.
Kenaikan nominal imbalan tersebut melonjak pesat setelah adanya aset pertanahan senilai ratusan juta rupiah yang diikutsertakan.
ADVERTISEMENT
"Per pagi ini, Rabu 19 Agustus 2026, hadiah Sayembara untuk menunjukkan Ijazah SMA/sederajat Gibran sudah menjadi Rp 1.051.050.000,- naik signifikan karena ada yang mewakafkan tanahnya dengan nilai Rp 700 juta, dan sudah saya verifikasi. Ada yang bilang, kenapa pakai sayembara sih? Agar banyak pihak terlibat memikirkan hal penting ini. Menjaga aturan main kontestasi pilpres agar dihormati, tidak diakali. Syarat umur sudah diakali, mosok syarat pendidikan diakali lagi?" tulis akun @dennyindrayana99.
Upaya penegakan prinsip ketatanegaraan beserta tuntutan keterbukaan dokumen publik turut ditegaskan dalam bagian kedua unggahan tersebut.
"Soal langkah hukum tentu terus dilakukan. Soal argumentasi hukum tata negara sudah pula berulang saya jelaskan. Soal bantahan dari para buzzer dan termul ... ya begitulah. Nggak perlu serius ditanggapi. Minta mereka dan Mas Gibran tunjukkan saja ijazah SMA/sederajat tersebut, sebagaimana Gibran pernah terbuka mengundang wartawan dan menunjukkan ijazah S1nya. Kalau memang ada, kenapa dipersulit?" lanjut akun @dennyindrayana99.
Sikap tegas menyangkut etika kepemimpinan nasional serta pemenuhan kaidah konstitusi menjadi poin penutup dari pernyataan tersebut.
"Kecuali memang tidak ada, silakan berhenti (mundur), atau terpaksa kita dorong untuk diberhentikan (impeachment). Bukan karena soal pribadi Gibran, tetapi soal menjaga kehormatan etika dan konstitusi bernegara. Salam Integritas!" tambah akun @dennyindrayana99.
Sontak deretan pendapat warganet meramaikan kolom komentar untuk memberikan pandangan mereka.
"Orang ngelamar staff aja langsung tuh dr HRD kontak ke sekolah/kampusnya, memastikan ijasahnya asli. Nah ini level wapres sebuah negara dengan penduduk 280 juta, kok bisa ijasahnya gak jelas. 🤣😂🤣😂" komentar akun @andre_hyppo.
"11, 12 dg bapaknya. PEMBOHONG terbesar sepanjang sejarah Indonesia" tanggap akun @jparwant7.
"Ada bukti nya??" tanya akun @djunaedyse.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads
View on Threads