Berita, Internasional

Omong Kosong Trump Dibungkam China, Selat Hormuz Dibuka Permanen?, Klaim Iran Segera Akhiri Konflik

Repelita.id

16 April 2026 22:51 WIB

Omong Kosong Trump Dibungkam China, Selat Hormuz Dibuka Permanen?, Klaim Iran Segera Akhiri Konflik
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi perhatian dunia setelah mengumumkan pembukaan permanen Selat Hormuz di tengah konflik yang masih berlangsung dengan Iran.

Keputusan itu disampaikan setelah jalur pelayaran penting tersebut beberapa hari terakhir berada dalam tekanan akibat blokade dan ancaman keamanan kawasan.

ADVERTISEMENT

Trump menyebut langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi energi dunia sekaligus menunjukkan bahwa situasi telah berada di bawah kendali Amerika Serikat.

Ia juga menyatakan keputusan itu diambil setelah melakukan komunikasi intensif dengan Presiden China Xi Jinping mengenai stabilitas kawasan dan kepentingan global.

Menurut Trump, China menyambut baik pembukaan kembali jalur tersebut karena menjadi salah satu negara dengan kebutuhan energi terbesar di dunia.

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa pembukaan Selat Hormuz bukan hanya untuk kepentingan Amerika Serikat, tetapi juga demi kepentingan banyak negara.

Selain itu, Trump mengklaim konflik dengan Iran kini mendekati akhir meski proses diplomasi belum menghasilkan kesepakatan final.

Ia mengatakan melihat peluang besar bahwa ketegangan segera mereda dan pembicaraan lanjutan dapat digelar dalam waktu dekat.

Trump juga menilai Iran berada dalam posisi lemah setelah konflik berlangsung dan membutuhkan waktu panjang untuk memulihkan kondisi nasionalnya.

Meski demikian, perundingan antara Washington dan Teheran sebelumnya dilaporkan menemui jalan buntu dalam pertemuan terakhir di Pakistan.

Trump tetap membuka peluang putaran baru negosiasi dan menyebut Islamabad berpotensi kembali menjadi lokasi pembahasan lanjutan.

Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai salah satu jalur energi terpenting dunia karena sekitar seperlima pasokan minyak global melintas setiap hari di kawasan itu.

Gangguan sekecil apa pun di jalur tersebut dapat langsung memicu lonjakan harga minyak dan gejolak pasar internasional.

Dengan diumumkannya pembukaan kembali jalur pelayaran itu, pasar berharap distribusi energi global dapat kembali berjalan lebih normal.

Namun situasi keamanan kawasan masih dinilai rapuh karena gencatan senjata sementara antara Iran dan Amerika Serikat akan berakhir dalam waktu dekat.

Jika tidak tercapai kesepakatan baru, risiko bentrokan lanjutan tetap terbuka dan dapat kembali mengguncang kawasan Timur Tengah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung